Kantor Badan Pertanahan Way Kanan Gelar PTSL 2018

Bagikan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
Way Kanan (HS) – Kantor Badan Pertanahan Nasional Way Kanan menyelenggarakan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018, di Gedung Serba Guna, Way Kanan, Rabu (14/2/2018).
“Kantor Pertanahan Kabupaten Way Kanan memperoleh 15.150 bidang sertifikat tanah yang akan diterbitkan dan akan diserahkan kepada masyarakat,” kata Kepala Kantor Pertanahan Way Kanan, Imlan M, saat sosialisasi serta penyuluhan PTSL tahun 2018.
Imlan menjelaskan dari 15.150 bidang sertifikat tanah yang akan diterbitkan, rinciannya sertifikat prona sebanyak 12.750 bidang, sertifikat tanah pertanian sebanyak 1.000 bidang dan kegiatan sertifikat tanah UMK 200 bidang.
“Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya sosialisasi serta penyuluhan PTSL tahun 2018 ini, dapat lebih membawa kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Way Kanan, sehingga tercipta Way Kanan maju dan berdaya saing 2021,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, mewakili Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Abu Kori, menyampaikan pelaksanaan program prioritas pendaftaran tanah oleh pemerintah perlu dilakukan penyiapan dokumen, penguasaan dan kepemilikan tanah. Serta sarana prasarana yang diperlukan bagi masyarakat agar dapat didaftarkan.
“Namun, untuk pembiayaan tetap diatur dalam APBN, oleh karenanya untuk kelancaran kegiatan tersebut diterbitkan surat keputusan bersama tiga menteri yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Kepala Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, tentang kesiapan PTSL,” sambungnya
Surat keputusan tersebut bertujuan untuk penyeragaman biaya PTSL yang tidak tertampung dalam APBN. Adapun kegiatan kesiapan PTSL yang tidak tertampung dalam APBN adalah kegiatan kesiapan dokumen, kegiatan pengadaan patok, dan kegiatan operasional petugas di kampung.
“Untuk besaran biaya maksimal yang diperlukan untuk kegiatan tersebut adalah sebesar Rp200 ribu rupiah,” terangnya.
Imlan menjelaskan saat ditanya permasalahan dugaan pungli sertifikat prona di beberapa kampung,¬† jika masyarakat menebus sertifikat lebih dari Rp200 ribu itu sudah bisa dibilang pungli. “Sementara dana 200¬†ribu rupiah itu adalah dana operasional pokmas dan pemasangan patok,” katanya (den)

Satu tanggapan untuk “Kantor Badan Pertanahan Way Kanan Gelar PTSL 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com