Kampanye Hitam di Kotabumi Dilaporkan ke Panwaslu

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Upaya kampanye hitam terhadap calon gubernur Lampung nomor urut 1 M. Ridho Ficardo, mendapatkan reaksi keras dari tim keluarga pasangan calon (Paslon) Ridho Berbakti. Terlebih brosur yang berisikan fitnah disebarkan disejumlah titik keramaian di Kotabumi dan Bukit Kemuning.

Kuat dugaan penyebaran brosur itu dilakukan secara masif di seluruh wilayah Lampung Utara (Lampura). Karenanya persoalan tersebut dilaporkan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)  Lampura, (8/5/18).

Tim Keluarga paslon Ridho Berbakti yang diwakili Hery Syamsuri Maulana dan Firmansyah mendatangi sekretariat Panwaslu Lampura sekitar pukul 09.00 WIB. Keduanya diterima langsung oleh ketua Panwaslu Lampura Zainal Bachtiar didampingi dari Kejaksaan Negeri Kotabumi Aditya dan staf Panwaslu Andra Tobi.

Hery memaparkan di hadapan panwaslu peristiwa yang diduga merupakan upaya black campaigne (kampanye hitam) terhadap salah satu calon Gubernur Lampung,  Dimana telah ditemukan brosur yang berisikan fitnah keji terhadap cagub M.Ridho Ficardo di pasar sentral dan pasar pagi Kotabumi dalam jumlah besar. Dipasar Sentral Kotabumi, brosur tersebut sengaja disebarkan oleh 3 orang pemuda dengan menggunakan mobil pribadi warna hitam jenis toyota avanza, sekitar pukul  07.00 WIB pada Senin (7/5). Sayangnya ketiga pelaku berhasil kabur setelah beberapa warga ingin menangkap para pelaku. “Dipasar pagi kita juga mendapatkan informasi adanya penyebaran brosur yang sama oleh 4 orang yang mengendarai sepeda motor, begitu juga dibukit Kemuning.” Ujar Hery.

Karenanya, lanjut Hery ia bersama tim keluarga lainnya menduga jika penyebaran brosur tersebut dilakukan secara sistematis dan massif. Tidak hanya diwilayah Lampura tetapi diseluruh wilayah Lampung. Terbukti dengan tertangkap tangan 3 pemuda di kabupaten Lampung Timur yang tengah menyebarkan brosur yang sama persis dengan yang disebarkan di Lampura. “Kami menduga ini dilakukan secara sistematis oleh orang atau kelompok yang sama untuk menjatuhkan paslon Ridho Berbakti. Sebuah upaya kampanye hitam yang sama sekali tidak terpuji dan harus dihentikan. Kemudian pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Hery

Hery menambahkan dengan laporan yang disampaikannya itu dirinya berharap Panwaslu dapat melakukan pengusutan dan melakukan upaya-upaya pencegahan agar hal serupa tidak terjadi. Diantaranya dengan mengerahkan seluruh jajaran pengawas hingga ketingkatan terbawah untuk memonitor segala bentuk kegiatan yang mengarah kepada kampanye hitam. “Kita berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti, agar kedepan tidak ada lagi orang atau kelompok yang malakukan kampanye hitam. Bersainglah dengan sehat tanpa melakukan kampanye hitam,” ungkap Hery

Sementara itu ketua Panwaslu Lampura Zainal Bachtiar membenarkan telah menerima laporan terkait penyebaran brosur yang diduga kampanye hitam terhadap cagub M.Ridho Fircardo. “kami telah menerima laporan dari tim Ridho soal penyebaran brosur yang diduga berisikan kampanye hitam,”pungkas Zainal (*/EF).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com