Kadishub Mesuji Tindak Tegas Kendaraan Lebihi Kapasitas

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mesuji – Rusaknya sebagian ruas jalan di Kabupaten Mesuji, rupanya selain disebabkan oleh kondisi tanah yang labil, juga akibat sering dilalui kendaraan besar pengangkut sawit serta kayu gelam yang beban muatannya lebih dari 10 ton.

Sementara, kelas jalan milik Kabupaten Mesuji hanya mampu dilintasi kendaraan dengan beban muatan maksimal 8 ton saja. Akan tetapi pada kenyataannya, selalu saja pemerintah daerah dan pihak rekanan yang disalahkan dengan dalih kualitas pekerjaan yang kurang baik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mesuji Ismail Tjajudin yang baru di lantik mengatakan, bahwa sesuai amanat undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan dan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, serta peraturan pemerintah nomor 79 tentang jaringan lalulintas dan angkutan jalan.

“Pemerintah daerah sebelum menetapkan kelas jalan, terlebih dahulu harus menentukan mana jalan kabupaten dan jalan desa. Kemudian selanjutnya ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya yakni muatan sumbu terberat (MST) kendaraan,” jelasnya.

Tak hanya itu, jenis beban berat (JBB-) kendaraan, serta menyiapkan jembatan timbang yang didalamnya terdapat gudang untuk membongkar muatan kendaraan yang melebihi ketentuan.

“Di Mesuji ini ada tiga faktor yang menyebabkan kerusakan jalan yakni faktor kondisi tanah yang labil, muatan berlebihan serta cuaca,” jelas mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Mesuji itu.

Masih ditambahkan Ismail Tjajudin, bahwa setiap harinya ratusan kendaraan truk pengangkut sawit dan kayu gelam bermuatan lebih dari 10 ton melintas di jalan milik Kabupaten Mesuji. Akibatnya, meski baru diperbaiki jalan tidak akan mampu dilalui kendaraan dengan beban berat. Akan tetapi jika kita berlakukan kelas jalan maka secara otomatis ongkos angkut akan mahal dan itu akan sangat memberatkan petani yang akan mengangkut hasil buminya

“Pemda selalu berupaya keras untuk memperbaiki infratsruktur jalan baik dari anggaran belanja daerah maupun secara gotong-royong bersama masyarakat. Namun hasilnya memang belum maksimal dan sejauh ini langkah yang kita lakukan hanya dapat menghimbau kepada masyarakat serta para pengguna jalan, agar tidak membawa muatan berlebihan,” tandasnya.

Hendriza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com