Gisting (HS) – Terdapat 20 assesment yang harus dilaksanakan dari pihak sekolah SD sampai dengan SMP, supaya kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan secara tatap muka langsung di kabupaten Tanggamus. Dan diperkirakan kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan 0ktober mendatang, hal tersebut disampaikan langsung oleh Lauyustis sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus setelah mengikuti rangkaian kegiatan rapat kordinasi bersama di Bukit Idaman Gisting, dengan tajuk “Tanggamus menuju pendidikan berkualitas”. Kamis, 27/08/2020.
Lauyustis menyampaikan, hari ini masing-masing satuan pendidikan sekolah. Mulai dari PAUD, SD sampai dengan SMP, sedang menyiapkan sedemikian rupa dari sekolahan, mulai dari administrasi, surat MoU dengan Puskesmas, SK. Kepala Sekolah dengan wajib menggunakan masker, terus secara fisik sekolah juga harus menyiapkan sebelum Tim Assesment turun misalnya sarana cuci tangan itu mengatur ruangan dengan menjaga jarak.
“Misalnya SD di SPM kan 28 perkelas, jadi di pecah menjadi dua jadi 14 perkelas. lalu, SMP di Spmnya 32 di pecah juga menjadi dua jadi 16 perkelas, kemudian nanti juga seperti sarana-sarana lain seperti UKS nya juga harus dipersiapkan”, kata Lauyustis.
Sementara dari 20 assesment itu terdapat dua poin yang di keluhkan Guru yakni poin no 8 dan 15, tentang termogan dimana guru keberatan jika satu kelas harus memiliki 1 termogan. Namun semua itu langsung dijelaskannya, untuk termogan sesuai dengan jumlah murid jika murid sekitar 700 maka minimal pihak sekolah menyediakan termogan 8 hingga 10 buah. Kemudian tentang tong sampah, “Iya” pun menjelaskan, menyediakan tong sampah untuk tempat membuang masker habis itu dibakar bukan menyarankan memakai masker yang sekali pakai. Maksudnya, jangan sampai orang membuang masker disembarang tempat, dan sebaiknya menggunakan masker kain karna bisa dicuci.
“Jadi kalau seandainya satu saja dari 20 item itu, sekolah belum bisa memenuhi maka sekolah tersebut belum bisa melaksanakan KBM tatap muka,” tidak.
Lanjutnya, tim assessment akan bekerja sekitar tiga pekan dengan melibatkan lima tim, yang akan turun langsung ke sekolahan untuk memastikan bahwa 20 poin tersebut, sudah terlaksanakan atau tidak.
“Ada hampir seribuan sekolah di Kabupaten Tanggamus, satu tim melakukan assessment di empat kecamatan. Jadi waktunya kurang lebih tiga pekan, lalu hasil assessment akan dirapatkan dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan dilaporkan kepada bupati. Keputusan terakhir di kepala daerah dalam hal ini bupati, jadi estimasinya kalau bupati mengizinkan Oktober KBM tatap muka dapat dilaksanakan,”Tutupnya (Riz)



