
Tulangbawang (HS),- Ada sekitar 220 orang Janda Miskin di kecamatan Penawar Aji kabupaten Tulangbawang yang tidak mampu untuk membayar biaya pemasangan Listrik, “kami tidak mampu buat membayar biaya pemasangan listrik PLN, buat makan sehari hari saja kerepotan, kami minta dibebaskan”, kata para janda miskin malu disebut namanya.
Mereka tidak mampu kalau harus membayar biaya pemasangan listrik baru. Biaya pemasangan listrik baru Rp2,5 juta/rumah dinilai terlalu mahal, kata Margianto penggiat sosial masyarakat (PSM).
Kehidupanya sangat memprihatinkan, rumah papan, lantai tanah, tidak memiliki MCK dan memasak pakai kayu bakar, kebutuhan air bersih meminta pada tetangga.
Mata pencaharian umumnya para janda miskin ini ada berjualan pecel, garengan, jual daun pisang, jual daun singkong dan sayuran kepasar.
Untuk penerangan listrik, mereka mohon pemerintah memberikan bantuan membebaskan biaya pemasangan.
Solusi lainnya pemerintah bisa juga memberikan bantuan lampu tenaga surya. “kami tidak mampu membayar biaya pemasangan listrik baru, , untuk makan sehari hari dua anak sekolah di SD rasanya sudah megap- megap”, kata warga miskin malu disebut namanya.
Suprayet Kepala Kampung Sumber Sari melaporkan rumah warga sudah mencapai 80% mendapat penerangan listrik PLN.
Namun masih ada puluhan rumah yang belum tersentuh penerangan listrik PLN. Tanah sudah digali, tiangnya belum didirikan, jaringan yang belum terpasang panjangnya ratusan meter. Suprayet meminta jangan ada satu rumah di Sumber Sari tidak mendapatkan lampu penerangan.
Sementara Kepala Dinas Sosial Tuba Ahmad Sukur mengatakan, Pemkab sudah melakukan revisi soal Program Keluarga Harapan (PKH). Selama ini pragram itu kurang tepat sasaran. Pemkab Tuba sudah mengusulkan 500 nama yang menerima PKH agar dicoret dan dialihkan kepada warga lain yang berhak menerimanya. (Gun)



