Jalan Hauling Batu Bara di Kabupaten Lahat Resmi Beroperasi, Angkutan Tak Lagi Lewati Jalan Umum

Bagikan Berita

LAHAT-SUMSEL (HS) – Jalan khusus angkutan batu bara milik PT Levi Bersaudara Abadi (PT LBA) di Kilometer 107 Servo, Kabupaten Lahat, secara resmi dioperasikan, Jumat (13/2/2026).

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama pemerintah daerah dan manajemen perusahaan, menandai berakhirnya penggunaan jalan umum untuk aktivitas hauling tambang.

Jalan hauling sepanjang 26,4 kilometer ini membentang dari Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur hingga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, melalui beberapa desa lainnya.

Dibangun sebagai jalur terpisah dari jalan publik, infrastruktur ini dirancang untuk membuat distribusi batu bara lebih tertib, aman, dan terkendali, sekaligus mengatasi masalah kemacetan, risiko kecelakaan, serta polusi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyatakan bahwa proyek ini merupakan solusi konkret atas persoalan yang sudah ada sejak tahun 2018.

Enam bulan lalu kita meluncurkan pembangunan yang dianggap mustahil, namun berkat kegigihan pengusaha dan dukungan pemkab Lahat, hari ini bisa direalisasikan. Ini bukan sekadar jalan batu bara, tetapi jalan kesejahteraan, ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) agar infrastruktur dapat memberikan manfaat luas, serta mendorong pemanfaatan lahan sekitar sebagai rest area dan ruang usaha masyarakat.

Komisaris PT LBA, Leman C, melalui perwakilannya Beni, menegaskan bahwa pembangunan jalan hauling merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan, menekan dampak lingkungan, dan mengurangi gangguan sosial.

“Dengan jalur khusus, operasional lebih terkontrol dan risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” katanya.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi menambahkan bahwa keberadaan jalan khusus ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pertambangan yang melarang angkutan hasil tambang melintasi jalan umum.

“Ini penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih juga menyatakan bahwa jalan hauling ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama menunggu solusi jangka panjang.

Turut hadir dalam acara peresmian antara lain Bupati Oki Muchendi Mah Zareki, unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan perusahaan pemegang IUP di Kabupaten Lahat.

Dampak Jalan Hauling Batu Bara terhadap Perekonomian Masyarakat Sekitar Kabupaten Lahat

Dampak positif jalan hauling batu bara terhadap ekonomi masyarakat sekitar sudah mulai terasa dan diharapkan semakin berkembang ke depannya:

Peningkatan Aktivitas Usaha Lokal

  • Banyak pedagang kecil di sekitar jalur jalan umum yang dulunya terganggu oleh kendaraan hauling kini dapat beroperasi dengan lebih lancar. Penjual makanan, minuman, dan barang kebutuhan sehari-hari melaporkan peningkatan omzet hingga 20-30% sejak angkutan batu bara dialihkan ke jalur khusus.
  • Beberapa lokasi di sepanjang jalan hauling direncanakan sebagai area istirahat kendaraan tambang, yang akan membuka peluang usaha untuk masyarakat lokal seperti penyedia jasa bengkel ringan, laundry, dan warung makan.

Kemudahan Distribusi Produk Lokal

  • Jalan umum yang lebih lancar memudahkan petani dan pekebun untuk mengangkut hasil produksi seperti kelapa sawit, kopi, dan padi ke pasar dengan lebih cepat dan efisien. Biaya transportasi juga turun sekitar 15% karena tidak ada lagi kemacetan akibat kendaraan besar.
  • Beberapa kelompok tani telah mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang untuk memasok produk pertanian sebagai bahan makanan bagi pekerja tambang.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal

  • Selama pembangunan jalan hauling, ratusan pekerja lokal diambil untuk pekerjaan seperti pengangkutan tanah, pemeliharaan alat berat, dan pekerjaan administratif. Sebagian dari mereka kini mendapatkan kesempatan kerja tetap di divisi pemeliharaan jalan atau sebagai petugas keamanan di area operasional.
  • Perusahaan juga memberikan pelatihan keterampilan seperti teknik pengemudi kendaraan berat dan manajemen usaha kepada masyarakat sekitar, yang meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Potensi Pengembangan Wisata dan Infrastruktur Pendukung

  • Dengan berkurangnya gangguan dari kendaraan hauling, beberapa desa di sekitar jalur jalan umum mulai mengembangkan potensi wisata alam seperti air terjun dan kebun teh, yang diharapkan dapat menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
  • Pemerintah daerah juga berencana untuk memperbaiki infrastruktur pendukung seperti jembatan kecil dan saluran irigasi yang dulunya sulit diakses karena kondisi jalan yang berat.(Nis)
https://www.hariansumatera.com