Inspektorat Lampung Utara Respon Keluhan Warga Desa Sinar Jaya

Bagikan
  • 320
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTABUMI (HS) —Inspektorat Wilayah Kabupaten Lampung Utara menegaskan akan segera melakukan peninjauan terkait adanya dugaan berbagai penyimpangan pengelolaan Dana Desa, yang dilakukan oknum Kepala Desa Sinarjaya Kecamatan Tanjungraja Kabupaten Lampung Utara.

“Kita akan segera melakukan peninjauan terkait pembangunan talud (pemasangan siring) di Desa Sinarjaya. Saat ini kami memang belum pernah turun guna melihat secara langsung hasil pekerjaannya. Namun, dalam waktu dekat, kami akan segera agendakan,” ujar Irbanwil III Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, Jauhari, SH, MM, saat dikonfirmasi, Selasa, (12/09).

Dikatakannya, terkait merebaknya informasi terhadap adanya indikasi penyimpangan prosedur administrasi yang dilakukan oknum Kades Sinarjaya, Abas Zen, dalam pengerjaan pembuatan talud (pasang siring) yang menggunakan anggaran DD tahun 2017, pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Utara mengakui akan segera menggali peraturan yang ada.

“Substansinya, kami belum mengetahui secara mendasar terkait permasalahan yang menjadi keberatan dari masyarakat setempat. Secepatnya akan kami pelajari apakah pekerjaan pembuatan drainase yang bersinggungan dengan jalan poros kabupaten dapat dibenarkan atau melangkahi peraturan yang ada,” papar Jauhari.

Diberitakan sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat Desa Sinarjaya mengatakan bahwa kegiatan pekerjaan talud di desa tersebut kuat dugaan menyalahi prosedur administrasi serta terindikasi adanya praktik KKN.

“Kami menemukan banyak sekali kejanggalan dalam pekerjaan pembuatan talud di desa ini (Desa Sinarjaya.red), Pak. Selain pekerjaan yang menelan biaya cukup tinggi, lokasi tersebut berada di poros jalan kabupaten yang menghubungkan akses jalan ke desa lain,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat pada awak media ini, Senin, (11/09), di kediaman salah seorang kerabatnya.

Menanggapi hal dimaksud, Irbanwil III Inspektorat Kab. Lampura, Jauhari, SH, MM, mengatakan akan menelaah secara rinci, mulai dari berita acara musyawarah desa sampai dengan penggunaan anggarannya.

“Memang cukup riskan lokasi yang diambil dalam pekerjaan yang menggunakan DD di Desa Sinarjaya yang bersinggungan dengan jalan poros kabupaten. Karena jalan tersebut tentunya menjadi ranah instansi terkait yang ada di lingkup Pemkab. Bisa saja satu saat hal tersebut menjadi kerancuan atau dengan kata lain tumpang tindih program instansi terkait,” jelasnya seraya menegaskan akan melakukan olah data secepatnya.

“Terkait dengan skala prioritas, tentunya Kades Abas Zen bersama TPK desa setempat seyogianya terlebih dahulu mempelajari dan memahami Permendes PDTT Nomor 22 tahun 2016, tentang pengelolaan anggaran dana desa tahun 2017,” pungkasnya.

Sementara itu hasil penelusuran awak media ini, di Desa Sinarjaya masih banyak lokasi permukiman warga yang membutuhkan sentuhan pembangunan.

Terkait oknum Kepala Desa Sinarjaya, Abas Zen, yang terindikasi kuat melakukan praktik KKN dalam pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang dilakukan oleh Tim Sembilan tanpa melalui proses musyawarah dengan masyarakat terlebih dahulu serta berdasarkan aduan masyarakat jika Ketua TPK di desa Sinarjaya merupakan paman kandung Kades Abas Zen yang bernama Sanusi, Irbanwil III Jauhari menyatakan secara etika hal tersebut tentunya dapat menimbulkan konflik.

“Namun terkait hal ini, saya tegaskan bahwa Inspektorat Lampura akan mempelajari beragam ketentuan maupun peraturan yang dapat dijadikan acuan guna menarik satu kesimpulan,” paparnya.

Sebagai informasi diketahui, pekerjaan pembuatan talud di Desa Sinarjaya menghabiskan Dana Desa senilai Rp. 523.119.400,- dengan jarak sejauh 1.375 m dan dikerjakan dalam waktu 3 (tiga) bulan. (efri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com