TANGGAMUS (HS) – Kabar baik datang dari pengendalian inflasi di Kabupaten Tanggamus. Dalam rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah yang digelar secara virtual di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin, 27 April 2026, angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat mengalami penurunan signifikan.
Asisten II Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya, mengungkapkan bahwa pada minggu ini IPH turun dari 1,24 menjadi 0,50 atau mengalami penurunan sebesar 0,74 poin.
“Alhamdulillah, untuk minggu ini kita berhasil menurunkan indeks kemahalan harga dari 1,24 menjadi 0,50. Artinya ada penurunan sebesar 0,74,” ujar Hendra dalam rapat tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga di Tanggamus.
“Penyumbang kenaikan harga kita masih didominasi oleh daging sapi, ayam ras, dan minyak goreng. Untuk minyak goreng ini memang sudah menjadi kelangkaan secara nasional,” jelasnya.
Menurut Hendra, pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan lonjakan harga, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kita sudah kita laporkan ke pemerintah pusat agar persoalan kelangkaan minyak goreng ini bisa segera diatasi secara nasional, khususnya di Kabupaten Tanggamus,” katanya.
Tak hanya itu, upaya konkret juga telah dilakukan di lapangan, salah satunya melalui operasi pasar di sejumlah titik strategis.
“Kita sudah mengajukan ke Bulog, dan minggu kemarin juga telah melaksanakan operasi pasar di empat lokasi, yakni Pasar Gisting, Talang Padang, Kotaagung, dan Wonosobo,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, beberapa komoditas pangan di Tanggamus menunjukkan tren stabil bahkan menurun, seperti telur ayam ras yang turun menjadi Rp27.750/kg dan daging ayam menjadi Rp28.750/kg. Sementara harga beras medium tercatat stabil di angka Rp13.125/kg.
Di sisi lain, neraca pangan Tanggamus secara umum masih dalam kondisi surplus untuk berbagai komoditas utama seperti beras, daging ayam, hingga gula pasir.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga monitoring harga secara berkala.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.(*)



