HMI Cabang Kotabumi Kecewa Bupati Tidak Hadiri Pelantikan

Bagikan
  • 264
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang kotabumi, terkesan dengan sengaja mempermalukan Samsir Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), pada acara pelantikan pengurus HMI cabang kotabumi periode 2017-2018 pada Senin (20/2) laDimana dalam acara tersebut panitia tidak memberikan kesempatan kepada Samsir untuk menyampaikan sambutan mewakili bupati Lampura H.Agung Ilmu Mangkunegara.

Ketua panitia pelantikan, Mustafa Kamal mengatakan, sesungguhnya tidak diberinya kesempatan kepada Samsir menyampaikan sambutan bupati lantaran mereka kecewa lantaran bupati Lampura seperti tidak menghargai usaha HMI, yang berupaya agar orang nomor satu di Lampura itu dapat menghadiri acara pelantikan. Padahal panitia pelantikan sudah mengajukan surat audiensi kepada bupati. “Namun bupati tidak dapat meluangkan sedikit waktunya untuk menerima kami beraudens. Kami akhirnya hanya diterima oleh bapak wakil bupati, pada awal bulan februari lalu.” Ujarnya belum lama ini.

Ditambahkan Mustofa, Meski demikian mereka selaku pengurus HMI tetap melakukan upaya dan usaha yang maksimal agar dapat bertemu dengan bupati. Diantaranya dengan melakukan koordinasi bersama pihak protokol bupati terkait penjadwalan pelantikan agar beliau dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam cabang kotabumi.

Atas usaha itu, dirinya selaku ketua panitia pelaksana, mendapat informasi dari protocol jika bupati dapat hadir, asalkan acaranya dilaksanakan pada tanggal 20 februari 2017. Meskipun harus menyesuaikan dengan jadwal yang sejatinya telah ditetapkan, panitiapun kahirnya menyetujui dan melangsungkan acara pada tanggal tersebut. Sayang ketika acara berlangsung bupati malah mengutus Sekda Lampura dan rombongan yang hadir tanpa ada koordinasi. “Mengingat hasil rapat kepengurusan komitmen kami pengurus HMI dari awal jika bukan bupati yang hadir maka kami tolak beri kesempatan untuk sambutan. Karena ini bukan yang pertama kami di bohongi.”tambahnya

Insiden itu, lanjutnya memang sengaja diciptakan dengan harapan kedepan bupati lampung utara dapat menghargai niatan pemuda di lampung utara khususnya HMI, yang merupakan salah satu wadahnya mahasiswa Lampung Utara. “Jangan pernah mimpi menguasai dunia kalau tidak mampu menguasai 1 orang pemuda.” Tegasnya.

Kekecewaan HMI juga berlanjut, ketika Sekda kemudian meluncurkan kata-kata tidak etis selaku pejabat daerah. Dimana sembari pulang ia mengatakan “bayar ya gedung Korpri yang kalian pakai” sambil menunjuk ke arah MC acara, Itu masih ditambah lagi dengan perlakuan bagian protokol memarahi MC yang bertugas. “selanjutnya mereka pergi tanpa pamit, hal ini tidak patut di contoh selaku pelayan masyarakat” pungkasnya.(Efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com