Harga Gas LPG 3Kg Meroket, Warga Keluhkan Sikap Pemkab Tanggamus

Bagikan
  • 24
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Pemerintah Kabupaten Tanggamus dinilai masyarakat tidak serius menyikapi meroketnya harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di pasaran Kota Agung sejak Juli lalu hingga kini, yang masih tetap kisaran Rp23-25 ribu pertabung.

Menurut Gunawan, warga Kota Agung, adanya operasi pasar gas elpiji 3 kg, bulan lalu di Kota Agung, tidak ada dampaknya sama sekali terhadap harga elpiji 3 kg dipasaran setempat.

“Ga ada dampaknya sama sekali bang, paling warga satu hari itu aja merasakan harga elpiji 3 kg Rp17 ribu, setelah operasi pasar, kembali masyarakat harus merogoh kocek dalam dalam karena dipasaran Kota Agung ini, harga tetap antara Rp23-25 ribu di warung-warung pengecer elpiji tersebut,” katanya, Selasa (26/9).

Gunawan berharap, pemkab Tanggamus benar-benar serius mencermati permasalahan sosial ekonomi masyarakat ini, jangan hanya memprediksi ataupun menduga-duga saja penyebab harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg untuk wilayah Kota Agung, yaitu hanya Rp16.600 ditingkat pangkalan, jadi paling mahal di tingkat eceran Rp18-19 ribu pertabung.

“Pemkab kan punya satuan kerja yang membidangi masalah ini, maksimalkan dong kinerjanya, telusuri alur distribusi elpiji di Tanggamus ini, khususnya di Kota Agung ini. Kemudian saya dengar di kepolisian juga punya tim satgas pangan, nah Pemkab koordinasi dengan satgas ini, turun kelapangan, kalau kami masyarakat tidak punya keahlian dan ilmu untuk menyelidiki masalah ini, jadi kami pasrah harga seberapa aja kami beli gas tersebut, karena kebutuhan pokok,” harapnya.

Gunawan juga berharap, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus turun ke ‎lapangan, yakni mengeecek langsung kepangkalan-pangkalan gas elpiji 3 kg. Agar para wakil rakyat ini dapat memastikan tidak ada permainan atau kecurangan harga yang menimbulkan melonjak nya harga elpiji di Kota Agung, dan diharapkan juga mengontrol sub pangkalan-sub pangkalan gelap tidak berizin, yang mungkin saja mengambil kesempatan.

“Intinya kami sangat berharap Pemkab dapat menyelesaikan permasalahan harga gas elpiji 3 kg ini, jangan sampai berlarut-larut, karena kemana lagi masyarakat akan meminta pertolongan terkecuali kepada pemkab Tanggamus dan DPRD Tanggamus,” harapnya

Terpisah dari salah satu pemilik warung eceran gas elpiji 3 kg di Kota Agung yang mewanti-wanti namanya jangan di sebutkan, mengatakan, bahwa dia membeli elpiji 3 kg dari pangkalan sudah mencapai Rp19 ribu sampai Rp20 ribu. Hal itupun kalau pas banyak stok, sebaliknya jika stok kurang harga bisa mencapai Rp23 ribu pertabung gas.

“Jadi bagaimana saya tidak menjual harga di atas dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, saya dagang kan mau untung,” katanya.(Sis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com