Halo Warga, Tunggu 5 Tahun Jika Mau Tahu yang Dibuang RS Medika Insani Limbah atau Bukan!

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Fungsi pengawasan terhadap fasilitas kesehatan merupakan salah satu tugas Dinas Kesehatan, begitu pula seharusnya Dinkes Kabupaten Lampung Utara. Ini menyangkut dugaan pembuangan limbah sembarangan oleh manajemen Rumah Sakit Medika Insani di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning. Kinerja institusi ini patut dipertanyakan.

Alih-alih merespon protes dan keluhan warga, Dinkes Lampura justru menjelaskan alur perizinan dan proses pengawasan.

Ini katanya, Dinas Kesehatan menjelaskan pengawasan dilakukan pada waktu perpanjangan. Periodenya lima tahun sekali, sementara di lain waktu hanya supervisi.

“Kalau untuk masalah itu (berita) masuk di bagian amdal, benar kita di sana ada fungsi pengawasan dalam bentuk visitasi. Tapi untuk detail dilaksanakan sebelum proses perpanjangan, dan pendiriannya Tahun 2018. jadi baru satu tahun lebih,” kata Plt Kabid Yankes Dinas Kesehatan Lampura, Listiono bersama Plt Kabid Kesmas,Titin Eka di ruangannya, Rabu (27/5/2020).

Menurut Listiono, pihaknya sampai dengan saat ini belum mengetahui secara detail permasalahan yang sedang viral dalam pemberitaan itu. Sebab, belum membaca sepenuhnya, hanya tahu informasi dari media.

“Yang pasti saat proses pendirian kemarin telah melalui mekanisme dan proses sebagaimana mestinya. Mulai dari perizinannya di satu atap, masalah amdal DLH sampai izin Bupati semuanya ada. Jadi pada saat awalnya tidak ada masalah, kemungkinan seiring waktu berjalan itu terjadi, “tambahnya.

Plt Kabid Kesmas,Titin Eka menambahkan bahwasanya permasalahan yang terjadi disana bukan merupakan kewenangan pihaknya. Melainkan dinas lingkungan hidup, karena berhubungan dengan amdalnya.

“Tapi ini kita pelajari dulu, ini kami sedang berdiskusi juga masalah itu. Dan rencanya akan turun meninjau di lapangan, “tambahnya.

Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait permasalahan yang terjadi disana. Sebab baru menerima informasi, dan berjanji secepatnya akan ditindak lanjuti. Sesuai aturan dan mekanis yang diatur.

“Untuk sementara itu yang bisa kami jelaskan, selanjutnya kita mau turun dulu melihat,” pungkasnya.

Limbah pembuangan Rumah Sakit Medika Insani Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning dibuang sembarang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (26/5/2020), pembuangan limbah rumah sakit melalui siring berada dipemukiman warga itu disalurkan melalui pipa paralon dipasang sejajar kearah sawah yang bermuara ke daerah aliran sungai berada di sana. Hingga mengalir ke aliran sungai berada di bawahnya, maklum daerah itu merupakan daerah hulu yang mengalir kebagian hilir.

Menurut penuturan warga setempat, tempat pembuangan air limbah rumah sakit merupakan daerah pesawahan yang mengalir ke daerah aliran sungai. Sebelumnya, sempat mendapatkan protes dari tempat tersebut karena menimbulkan bau tak sedap dibuang begitu saja kearah aliran siring atau drainase dipakai warga. Namun setelah digeserkan ke tempat lain yang searah dengan rumah sakit dan bermuara di sana.

“Sebelumnya itu kan gak ada, baru ini yang dipasang paralon. Kalau dulu warga protes karena mengeluarkan bau anyir dan menyengat hingga membuat perut siapa saja menghirupnya merasa mual,” kata Sukirno, warga yang berada dialiran pembuangan limbah rumah sakit setempat.

Seharusnya rumah sakit memiliki instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Namun fakta di lapangan tidak dilaksanakan, dibuang begitu saja oleh pihak rumah sakit. Dan sepertinya tidak ada tanggapan dari pihak terkait. Padahal banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat permasalahan tersebut. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com