Guru SMK Al Huda Tampar 31 Siswa

Bagikan
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  

Lampung Selatan – Aksi kekerasan guru terhadap siswa sekolah terjadi lagi. Kali ini lebih parah, bukan hanya menimpa satu siswa, tetapi massal. Sedikitnya, 31 siswa terkena tamparan tangan pendidik SK Al Huda di Jl. Pangeran Senopati, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi Kamis (16-2), sekitar pukul  12.00 WIB, di ruang komputer SMK. Siswa dipukul dua kali di bagian wajah oleh Elik, guru sekolah tersebut. Kejadian ini direkam oleh seorang siswa dan sudah tersebar. Ada beberapa siswa sempat mengalami memar.

“Yang pertama dipukul anak-anak laki-laki Pak,“ tutur seorang siswi yang tidak kami sebutkan namanya. Pada saat pemukulan itu, kata dia, ada rekan yang merekam, “Ya Pak,  peristiwa itu ada videonya, karena kami sempat merekamnya.”

Dua hari setelah kejadian, sekolah melakukan razia telepon seluler. Sekolah berupaya menghapus data di HP agar tidak tersebar luas. ”Tapi video sudah banyak beredar, ibu dan bibi saya juga sudah melihatnya Pak,” katanya lagi.

Orang tua siswa mencoba mendatangi pihak sekolah. Namun, mereka urung karena khawatir masa depan anak. “Jujur ya Mas, sampai hari ini masih nggak terima saya. Sekolah apalah, kok main pukul siswa. Apa iya caranya begitu seorang guru mendidik muridnya yang bandel,  dan apa iya harus pakai kekerasan mengatasinya,” kata orang tua siswa.

Orang tua siswa tidak terima dan akan melaporkan kejadian itu kepihak berwajib. Anak-anak itu dalam  perlindungan. “Guru itu melanggar  Undang-Undang Perlindungan Anak,” katanya dengan nada kesal.

Praktisi hukum Irwan Pane menyikapi tidak semestinya pihak sekolah ataupun guru melakukan tindak kekerasaan. Jika hal itu terbukti  benar, kata dia, guru akan  tersandung Undang-undang Perlindungan Anak dan dapat dikenai sanksi hukuman.

“Tidak semestinya dong,  guru melakukan tindakan yang tidak patut dilakukan seorang pendidik. Lakukanlah pendekatan persuasif, jangan main hantam,” katanya, Senin (27-2).

Oknum guru yang bernama Elik mengakui perbuatan tersebut. Ketika dikonfirmasi media, dia mengaku melakukan karena kesal siswa siswi tidak mematuhi perintah. Pengakuan itu dia sampaikan kepada media dan diketahui Kepala Sekolah SMK Al Huda.

Siswa juga menegaskan aksi pukul oknum guru Elik bukan cuma sekali. Sebelumnya oknum ini juga pernah memukul siswa. @gerbangsumatranews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com