Gas Melon Langka, Warga Kotaagung Resah

Bagikan
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotaagung (HS) – Resah serta tanda tanya masyarakat Kabupaten Tanggamus khususnya Kecamatan Kotaagung, dikarenakan terjadi  kelangkaan bahan bakar Liquefield Petroleum Gas (Elpiji) ukuran 3 Kilo gram (Kg) sejak menjelang lebaran Idul Fitri hingga saat ini.

Berdasarkan pemantauan langsung ke lapangan, yakni kepada para pengecer Elpiji 3 Kg, dikios kioswarung dibeberapa wilayah di Kotaagung dan sekitarnya memang tidak di temukan lagi gas tabung melon ukuran 3 Kg tersebut yang berisi gas, semuanya kosong.

Untuk patokan harga juga bervariasi di setiap kios warung eceran Elpiji ini, ada yang memasang harga Rp 22.000, kemudian ada yang menjual dengan harga Rp 23.000, bahkan ada yang menjual dengan harga cukup tinggi yakni 25.000 pertabung Elpiji 3 Kg.,

“Kosong Pak, gas ukuran tiga kilo, karena pasokan dari agen elpiji tempat langganan Saya sangat minim, biasanya dua hari sekali agen mengisi gas 3 kilo untuk Saya sebanyak 30 tabung, nah sejak mulai langka yakni 4 hari menjelang hari raya, agen paling mengisi 10 tabung bahkan beberapa hari ini tidak dikirim,” kata Lana, salah seorang pedagang eceran gas di Kelurahan Kuripan, Kotaagung, Minggu (9/7).

Lana menerangkan, dengan kondisi kekosongan stok Elpiji 3 Kg, berimbas dengan mengeluhnya sebagian besar pelangganannya, bahkan ada pelanggan yang langsung menanyakan persediaan gas kepada agen distributor, dan anehnya pelanggannya malah bisa membeli eceran kepada agen dengan harga pasaran.

“Jadi para agen ini, mengambil kesempatan juga menjual eceran kepada masyarakat, nah harusnya, agen ya agen, hanya memasok kepada kami para pengecer. Atau ya tidak jadi masalah kalau mereka juga mau untung besar, tapi agen harus tetap mengisi kioswarung kami,” terangnya.

Kedepan Lana berharap ada pengawasan dari pihak Pemerintah setempat, utamanya disaat-saat hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri kemarin. Pengawasan terkait stok persediaan gas dan juga harga dipasaran dan tingkat agen, sehingga para pengecer yakni warung-warung kecil dan masyarakat tidak dirugikan, dengan tidak terkontrolnya harga dan stok Elpiji.

“Waktu jelang lebaran hingga beberapa hari sesudah lebaran, jangankan Rp25 000, Rp50 000 saja dibeli oleh masyarakat, ya karena bahan pokok. Tapi saat itu barangnya memang tidak ada, sangat langka, kita tidak dapat lagi pasokan agen,” imbuhnya.

Sementara itu dari pantauan kepada beberapa agen dan sub agen gas Elpiji 3 Kg di Kotaagung dan sekitarnya, sebagian besar menyatakan memang jatah kuota Elpiji 3 Kg untuk wilayah Kabupaten Tanggamus sudah tidak sebanding lagi dengan permintaan konsumen.

Hal ini terjadi dikarenakan mulai beralihnya masyarakat yang non konsumtif Elpiji 3 Kg sebelum ini, karena ketakutan memakai Elpiji oleh isu bisa meledak dan sebagainya, sekarang menggunakan Elpiji. Kemudian pesatnya pertumbuhan penduduk dengan bertambahnya keluarga keluarga kecil baru juga menjadi konsumen Elpiji.

Dari kondisi dan fakta dilapangan para distributor Elpiji 3 Kg, sangat berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk mengusulkan penambahan kuota Elpiji 3 Kg untuk masyarakat Tanggamus kepada PT Pertamina wilayah Lampung, dalam waktu dekat.(sis)

hs-krs-22.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com