Bandar Lampung (HS) – Bendungan Marga Tiga yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2024 hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut mendapat sorotan DPRD Provinsi Lampung karena manfaatnya belum dirasakan masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan pasokan air irigasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bendungan belum difungsikan karena saluran primer irigasi belum dibangun. Selain itu, proses pembebasan lahan masih berlangsung sehingga air belum dapat dialirkan ke area persawahan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menilai kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi. Ia menegaskan, peresmian proyek strategis nasional mesti diiringi kesiapan operasional agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Sejak awal perencanaan, persoalan saluran primer dan pembebasan lahan seharusnya sudah diantisipasi. Ini bagian penting dari sistem irigasi dan tidak boleh diabaikan,” ujar Yusnadi saat diwawancarai, Rabu (14/01/2026).
Ia menegaskan Bendungan Marga Tiga merupakan program pemerintah pusat, sehingga kementerian terkait harus segera melakukan eksekusi lanjutan agar bendungan dapat beroperasi optimal. “Jangan sampai peresmian hanya bersifat administratif dan seremonial. Yang terpenting adalah esensi dan dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.
Yusnadi juga mempertanyakan alasan peresmian dilakukan saat kesiapan teknis dan administratif belum sepenuhnya terpenuhi. “Kalau memang belum 100 persen siap, kenapa diresmikan? Ini terkesan hanya seremoni, sementara esensi pembangunan belum tercapai,” jelasnya.



