Ditangkap KPK, Patrialis Akbar Punya Kekayaan Rp14 M

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Hakim Mahkamah Konstitusi Partialis Akbar kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Patrialis terakhir kali melaporkan harta kekayaanya sebesar Rp 14.932.622.023.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs KPK yang diakses pada Kamis (26/1/2017), Patrialis terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 6 November 2013. Saat melapor, Patrialis menjabat sebagai hakim konstitusi/Komisaris Utama PT Bukit Asam.

Harta senilai Rp 14,9 miliar itu terdiri dari harta bergerak untuk alat transportasi dan mesin lainnnya Rp 1.167.000.000. Patrialis memiliki peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya senilai senilai Rp 65.000.000. Logam mulia Rp 35.000.000, dan giro dan kas setara lainnya sebesar Rp 2.234.275.739.

Selain itu, Patrialis memiliki harta tidak bergerak seperti tanah dan bangunan sebesar Rp 13.766.346.294. Sehingga total harta tersebut berjumlah Rp 17.232.622.033. Namun, Patrialis memiliki hutang dalam bentuk pinjaman barang sebesar Rp 2.300.000.000. Jadim total harta patrialis sebesar Rp 14.932.622.023.

Sementara itu, harta kekayaan Patrialis yang dilaporkan pada 29 Februari 2012 sebesar Rp 10.483.498.415.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengonfirmasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Penangkapan itu dilakukan di Jakarta.

“Benar, informasi sudah kami terima terkait adanya OTT yang dilakukan KPK di Jakarta,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (26/1).

Agus menyebut ada sejumlah pihak lain yang juga ditangkap. Agus menyebut para pihak itu saat ini sudah diamankan.

“Ada sejumlah pihak yang diamankan saat ini. Terkait dengan lembaga penegak hukum,” ujar Agus.

“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan pada hari ini,” imbuhnya. detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com