Dilaporkan Hilang, Seorang Remaja Putri Ternyata Disekap dan Dirudapaksa di Penginapan

Bagikan Berita

Bandar Lampung (HS) – Seorang remaja putri RAP (16) dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya, kepolisian berhasil mengungkap hilangnya RAP, ternyata RAP disekap dan rudapaksa di sebuah penginapan.

Polresta Bandar Lampung menangkap pelaku penyekapan berinisial AIP (15), warga Way Halim, ditangkap di rumahnya hari Kamis, 18 Januari 2024.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, menyampaikan bahwa setelah polisi melakukan interogasi, ternyata RAP telah disekap dan menjadi korban tindakan asusila oleh temannya sendiri, AIP.

“Korban dibawa kabur oleh pelaku, polisi melakukan interogasi dan korban rupanya mengalami tindakan asusila,” ungkap Kompol Dennis, Sabtu (20/01/2024).

Berdasarkan keterangan korban saat diinterogasi, tindakan asusila terjadi setelah AIP membawa RAP ke sebuah penginapan di Kota Bandar Lampung hari Selasa, 16 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WIB.

“Pelaku ini mengajak korban main keluar rumah, kemudian korban dibawa ke penginapan dan dirudapaksa, dipaksa untuk melayani nafsu pelaku,” jelas Kompol Dennis.

Korban juga ditahan oleh pelaku, tidak diizinkan pulang pasca melakukan perbuatan asusila tersebut.

Sehingga Keluarga korban melaporkan kehilangan RAP Rabu (17/1/2024) di Polsek Sukarame, yang kemudian diikuti penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Sukarame dan Tekab 308 Polresta Bandar Lampung.

“Hasil penyelidikan mendapatkan petunjuk bahwa korban pergi bersama dua orang laki-laki, dan berdasarkan penyelidikan lebih lanjut, korban diduga berada di suatu tempat penginapan,” kata Kompol Dennis.

Namun, saat dilakukan penggeledahan, korban tidak ditemukan di tempat tersebut. Polisi kemudian mendapat informasi bahwa korban berhasil pergi hari Kamis, 18 Januari 2024 sekitar pukul 03:00 WIB. Setelah penyelidikan lebih lanjut, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

Pelaku AIP kini dihadapkan pada tuduhan tindak pidana rudapaksa terhadap anak di bawah umur.

Nurmala, selaku ibu korban, menyatakan bahwa anaknya kembali ke rumah setelah diantar oleh temannya dari daerah Untung Suropati.

“Anak kami bisa kabur dari dua orang tidak dikenal dari dalam penginapan. Anak kami pesan Maxim ke daerah Untung Suropati,” ungkap Nurmala.

Kasus ini menjadi perhatian serius pihak berwajib dan masyarakat setempat terhadap keamanan remaja di Kota Bandar Lampung. (Robby)

https://www.hariansumatera.com