Tanggamus (HS) – Polsek Pugung telah melakukan identifikasi lokasi penemuan bayi laki-laki di Pekon Tangkit Serdang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.
Kapolsek Pugung Iptu Ori Wiryadi mengatakan, pada saat ditemukan, bayi laki-laki itu terbungkus kain jarik dan kantong plastik berwarna hitam.
Saat melakukan identifikasi, pihak kepolisian juga turut membawa tim kesehatan untuk memeriksa kesehatan bayi laki-laki tersebut.
“Kita waktu dapat informasi langsung mendatangi lokasi dan juga memastikan kesehatan dari bayi yang ditemukan oleh masyarakat bersama tim medis,” kata Ori, Minggu (28/01/2024).
Kapolsek menyebut, dari hasil identifikasi, pihaknya juga turut mengamankan beberapa barang bukti, berupa peralatan bayi, kain jarik untuk membungkus bayi, dan kantong plastik warna hitam.
Namun sayangnya, hingga saat ini pihaknya masih kesulitan untuk melakukan identifikasi pelaku pembuangan bayi laki-laki ini. Hal itu karena, kurangnya informasi dari masyarakat yang ada di lokasi kejadian.
Kendati demikian, Polsek Pugung tengah berupaya untuk mengungkap orang tua dari bayi laki-laki malang tersebut.
Pihak kepolisian juga terus melakukan berbagai upaya untuk mengungkapkan kasus pembuangan bayi laki-laki tersebut.
“Kita juga lakukan pengecekan CCTV yang ada di sekitar lokasi itu,” ucapnya.
Atas kejadian ini, dirinya berharap, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Kabupaten Tanggamus.
Dirinya juga meminta, agar masyarakat lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar.
“Saya juga meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat melanggar hukum,” imbaunya.
Sebelumnya, warga pekon Tangkit Serdang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus digegerkan dengan temuan bayi di jalan bekas kantor lama PTPN VII Apdeling 4 Kebun Way Lima, Pekon setempat, Jumat 26 Januari 2024, sekitar pukul 11.30 WIB..
Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan pertama kali oleh Andre selaku warga setempat, ketika dirinya hendak mengambil air.
Andre mencurigai sesuatu, ia melihat kantong plastik warna hitam dan mendekatinya sehinga melhat bayi tersebut dalam kondisi hidup di bungkus kain dengan tali ari-ari masih menempel di tubuhnya.
Setelah penemuan bayi tersebut, dirinya memanggil rekannya yang pulang bekerja dan memberitahukan adanya bayi. Kemudian melaporkan kepada Kakon Zakaria dan Kakon langsung melaporkan ke Polsek Pugung.
Warga setempat mengaku miris terhadap perilaku yang membuang bayinya dan ia menduga bayi merupakan hasil hubungan terlarang. (Herdi)



