Cermati Hak Konsumen di Kasus Direktur Allianz Life!

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling dan Manajer Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia Yuliana Firmansyah sebagai tersangka dalam pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Joachim dan Yuliana telah dilaporkan oleh nasabahnya, Ifranius Algadri. Keduanya dituduh telah mempersulit Ifranius saat meminta klaim biaya perawatan rumah sakit.

Penetapan tersangka itu pun dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan. “Betul (ditetapkan tersangka), saya akan cek rencana sidik (penyidikan)-nya,” ujarnya saat dikonfirmasi, pada Selasa (26/9).

Laporan terhadap Joachim dan Yuliana tertera dalam Laporan Polisi Nomor : LP/1645/IV/2017/Dit.Reskrimsus tertanggal 3 April 2017. Selain itu juga tertera dalam Laporan Polisi Nomor : LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 18 April 2017.

Alvin Lim, selaku kuasa hukum Ifranius, mengatakan, Joachim dan Yuliana justru meminta Ifranius untuk menyertakan catatan medis lengkap dari rumah sakit sebagai syarat mencairkan atau klaim biaya rumah sakit.

Menurut Alvin, Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis tidak memperkenankan memberikan catatan medis kepada pasien.

“Intinya Allianz menggunakan modus tipu daya untuk menolak klaim nasabah karena dalam waktu dua minggu tanpa adanya surat lengkap rekam medis, klaim nasabah ditolak,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Alvin mengatakan, pertama kali bergabung perusahaan asuransi tersebut mengiming-imingi jika klaim dapat mudah dicairkan. “Klien saya kecewa dengan Allianz, karena itu kami serahkan kepada proses hukum,” tuturnya. @CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com