Bupati Tanggamus Menerima Kunjungan Tim I-Care Litbang Kementerian Pertanian dan Bappenas RI

Bagikan Berita

Kota Agung (HS) – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handayani menerima kunjungan kegiatan obsevasi Kedua Tim I-Care Litbang Kementerian Pertanian dan Bappenas RI terkait kesiapan progran I-Care di Kabupaten Tanggamus, di Ruang Rapat Utama Pemkab Tanggamus, Rabu (12/11/2021).

Hadir dalam kunjungan tersebut, Peneliti Balitbang Pertanian April Hari Wardana, Ph.D, Peneliti Balitbang Ternak Dwi Priyanto,M.Si, Peneliti Loka Penelitian Kambing Potong Dr. Andi Tarigan, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPTP) Lampung Dr.Jekvy Hendra, dan Perwakilan Bappenas Zulfriandi,MM.

Turut nendampingi Bupati, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Asisten Bidang Ekbang Sukisno, Kepala Bappelitbang Hendra Wijaya Mega, Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Holtokultura Catur Agus Dewanto, Kadis Peternakan dan Perkebunan Dhani Riza, Camat Air Naningan, Camat Ulubelu dan Camat Pulau Panggung.

Bupati dalam sambutanya, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, karena telah menjadikan kabupaten Tanggamus sebagai salah satu lokus program I-Care, yang berada di tiga kecamatan, yaitu Air Naningan, Ulubelu dan Pulau Panggung.

“kami dari Pemkab Tanggamus telah siap dan memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program I-Care, di tiga lokasi tersebut. Dengan adanya Program ini diharapkan terjadi peningkatan produksi pada sektor perkebunan dan peternakan, yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya, dan hal inj sesuai dengan VISI kami dalam memimpin kabupaten Tanggamus yang Tangguh, Agamis, Mandiri, Unggul dan Sejahtera,” ujar Bupati.

Sementara, Litbang Pertanian Dwi Priyanto dalam sambutannya mengatakan, ini adalah kunjungan kedua Badan Litbang di Kabupaten Tanggamus dan pihaknya ditunjuk untuk merangkul Tim I-Care.

“Jadi program ini sudah kita rancang dari awal tahun 2021 dari 9 provinsi, salah satunya Provinsi Lampung yang termasuk salah satunya kabupaten Tanggamus,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Tanggamus ini yang menjadi produk unggulan adalah Kopi dan Kambing, tidak menutup kemungkinan ada produk lain kedepannya, yang menjadi unggulan juga dan kegiatan ini sudah masuk di Bappenas dan Bank Dunia.

“Program Badan Litbang yang sekarang yaitu kita menentukan komoditasnya dulu baru baru tindakan dan langkah yang kita ambil, di kabupaten Tanggamus ini ternak Kambing Saburai dan Kopi, tetapi kemarin dilaporkan, terdapat penurunan genensi genetik yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Masalah Pertanian Kopi, nanti kita berikan Benih Bibit Unggul yang mungkin dapat membantu pertumbuhan dan peningkatan priduksi kopi kedepannya, karena ini bekerja sama dengan Bank Dunia, nanti akan kita usahakan walaupun agak rumit di kemajuan petani di kabupaten Tanggamus,” tambahnya.

Dalam Pelaksanaan program kerja ini harus melibatkan dinas terkait juga, karena kalau kita hanya memantau dan melaporkan ke Bank Dunia setiap tahun perkembangannya.

Masalah pendanaan dari Bank Dunia walaupun tidak banyak tapi Insya Allah akan kita usahakan supaya mendukung dan menunjang program I-Care ini agar bisa berkembang lebih baik lagi kedepannya.


Kedatangan kami kedua kali ini, kita mengklarifikasi tentang konsep dan ritmenya dari tahun 2022 sampai 2027, Mudah-mudahan kegiatan ini kedepannya segera berjalan dan membuahkan hasil yang lebih baik dan maju untuk memacu semangat petani dalam melaksanakan pertanian dan ternak, menjadi kebanggaan Kabupaten Tanggamus dengan keunggulan keunggulan yang dimiliki.

” Mudah-mudahan kerjasama yang bagus ini berhasil, dan kami dari Badan Litbang juga bangga karena apa yang kita kembangkan di setiap kabupaten atau provinsi berhasil dan ada kemajuannya,” ujarnya

Sementara Zulfriandi dari Bappenas memaparkan kegiatan Tim I-Care ini telah direncanakan beberapa tahun kedepan, mudah-mudahn bisa berhasil.

“Kegiatan I-Care diselengkarakan di 9 provinsi, salah satunya Lampung yaitu kabupaten Tanggamus, yang menurut kami layak mengikuti program ini, sejalan dengan program yang ada sehingga cukup penting dalam meningkatkan pertaniannya, ” ujar dia. (*)

https://www.hariansumatera.com