Bersyukur..! Kemarau Panjang Petani Rawa Pitu Bisa Panen Padi

Bagikan Berita

Rawa Pitu (HS), Meskipun dilanda kemarau panjang, petani di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang masih bisa Panen padi sawah, walaupun hasil gabah panenannya menurun, musim gaduh tahun ini rata-rata menghasilkan gabah 4 ton/hektar,Kamis (17/10/2019).

Menurut beberapa sumber turunnya pendapatah hasil panenan gaduh tahun ini disebabkan beberapa paktor alam.

Kemarau panjang tahun ini salah satu penyebabnya dan masuknya air asin kesemua saluran Tanggul Penangkis.

Petani tidak berani memasukan air kedalam lahan, petani memilih membiarkan lahan padi kekeringan. Celakanya hujan yang ditunggu turun tidak kunjung turun, diduga tanaman padi bisa hidup bertahan meminum air embun diwaktu malam.

Meskipun begitu petani masih bersyukur, tanaman padinya bisa mengeluarkan buah dan dipanen. Walaupun hasilnya menurun, Alhamdulillah bisa untuk bayar utang modal tanam, kata beberapa petani malu menyebutkan namanya.

Sumber gapoktan menyebutkan luasan lahan sawah di Kampung Gedung Jaya 1900 hektar, Kampung Bumi Sari 750 hektar dan Kampung Rawa Ragil 1800 hektar.

Panenan Raya gaduh tahun ini tinggal tersisa 25 % yang belum panen, menurut para petani harga gabah kering panen di tingkat petani rendah.

Jenis buliran gabah postur bulat dibeli tengkulak Rp4100/kg dan buliran gabah bentuk panjang dibeli tengkulak Rp4500/kg. (gun),

https://www.hariansumatera.com