Bentrok Warga Way Puji dan Sungai Sidang Menjadi Penutup Lembaran Kelam Tahun 2020

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rawajitu Utara (HS) – Kita semua berharap tragedi berdarah betrok warga Way Puji dan warga Sungai Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, semoga menjadi penutup lembaran kelam tahun 2020, jagan pernah terjadi lagi di tahun 2021 dan seterusnya, Kamis (31/12/2020).

Sudahlah apa yang sudah terjadi itu semua kehedak Alloh, biarlah tragedi berdarah itu terkubur dalam-dalam di tahun 2020. kita buka lembaran baru di tahun 2021, semoga kasus yang sama tidak terulang lagi, sudahlah semua kita warga desa Way Puji dan warga Desa Sungai Sidang masih bersaudara.

Sebagaimana harapan Samijo Camat Rawajitu Utara, menurutnya konplik tanah garapan itu sudah muncul lama, sudah berulang dimediasi cari jalan penyeleseannya selalu menemui jalan buntu, terahir mediasi yag kelima kalinya Senin (28/12) di aula kecamatan.

Tanah yang diklaim warga Sungai Sidang mecapai puluhan hektar. Tanah yang dikuasai warga Way Puji itu sudah bersertipikat, dan tanah yang disengketakan itu diluar tanah pembagian jatah dari transmigrasi, asal usull kepemilikan tanah itu belum jelas, sampai bisa mendapatkan sertifikat. kalau saja kedua belah pihak bisa menahan diri, tidak perlu harus ada korban jiwa.

Menurut Samijo kepada hariasumatera.com mengatakan, Bentrok warga way Puji dan Sungai Sidang semoga menjadi penutup lembaran kelam tahun 2020. perstiwa berdarah ini telah dilaporkan ke bupati mesuji H.Saply, TH.

Camat Samijo: meluruskan cerita yang simpang siur, setelah terjadi cekcok mulut dan ada suara letupan senjata, warga Way Puji menghindar memasuki Kampung Sindang Way Puji . warga sungai sidang tidak mengejar tapi gak tau kenapa, korban tewas Napi (43) ketika itu membawa motor seorang diri melintas dijalan desa Sindang Way Puji, belum ada yag tau tujuannya lalu blentrok degan warga mengakibatkan korban luka-luka. Semetara suyitno (47) melihat lukanya kena sajam dan benda tumpul.

Napi sebelumnya dibawa ke puskesmas, meninggal dalam perjalanan ke RSUD Menggala. oleh keluarga almarhum jenajah dibawa ke pematang panggang, sementara korban luka Yitno dibawa ke pustu desa Sidang Way Puji.

Camat Samijo berharap “Saya selaku camat menyesalkan terjadiya bentrok ini, semoga ditahun 2021 tidak terulang lagi, kedua belah pihak bisa hidup berdampingan sebagai saudara, aman dan nyaman, kata camat berharap (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com