BAPPELITBANG Kabupaten Tanggamus Rapat Terkait Kawasan Industri Maritim Bersama Tim Peneliti FISIP Unila

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (BAPPELITBANG) Kabupaten Tanggamus melaksanakan rapat terkait Kawasan Industri Maritim dan Strategis Pertahanan Kabupaten Tanggamus bersama Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Rapat berlangsung di ruang rapat Bappelitbang Tanggamus, Senin (28/10/2019).

Multiplier effect Kawasan Industri Maritim dan Kawasan Strategis Pertahanan akan berimplikasi terhadap pertumbuhan investasi daerah. Aglomerasi industri ini diwujudkan dalam satu kawasan terpadu dan telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanggamus 2011-2031 sebagai salah satu sub kawasan strategis Kabupaten Tanggamus.

Kawasan Industri Maritim dan Kawasan Strategis Pertahanan merupakan suatu kawasan klaster industri pembangunan kapal baru, bangunan lepas pantai, reparasi kapal ship recycle (penutuhan kapal), produksi senjata, kendaraan militer maupun produksi nonmiliter. serta dilengkapi dengan industri penunjang dan dukungan perusahaan logistik kebutuhan material dan komponen kapal, infrastruktur industri (listrik, air bersih, gas, jalan / komunikasi dll) dan fasilitas umum yang lengkap (perumahan, pendidikan, kesehatan, pasar dll).

Pemerintah Kabupaten Tanggamus selalu melakukan koordinasi percepatan Kawasan Industri Maritim dengan Pemerintah Pusat agar pembangunan cepat terlaksana sehingga menimbulkan lapangan pekerjaan yang besar di Kabupaten Tanggamus. Tindak lanjut penyelesaian Kawasan Industri Maritim Tanggamus dan progres yang harus segera di selesaikan ialah:

  1. Masih ada perselisihan antara PT Repindo Jagad Raya dan PT Pertamina terkait pengelolaan lahan KIM Tanggamus, sehingga KIM masih belum berjalan sampai saat ini.
  2. Permasalahan lebih lanjut terkait KIM adanya dua (2) Izin Usaha Kawasan Industri yang terbit dengan tanggal yang sama dari sistem OSS yaitu kepada PT Repindo Jagad Raya dan PT Pertamina.

Saran dan upaya tindak lanjut KIM Tanggamus ialah:

  1. Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar mengirimkan surat kembali kepada PT Repindo Jagad Raya dan PT Pertamina dengan menyertakan tenggang waktu penyelesaian masalah mereka.
  2. Diharapkan ada mediasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membantu menyelesaikan permasalahan KIM Tanggamus.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus selalu melakukan koordinasi percepatan Kawasan Industri Maritim dengan Pemerintah Pusat agar pembangunan cepat terlaksana sehingga menimbulkan lapangan pekerjaan yang besar di Kabupaten Tanggamus.

Data survey dasar kawasan strategi pertahanan ialah hasil survey dan konfirmasi di lapangan, lokasi yang dimaksud merupakan hutan lindung register 28, kawasan industri maritim dan tanah masyarakat, alternatif lain yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai lokasi kawasan strategis pertahanan dengan pembebasan lahan yang lebih sedikit adalah hutan lindung register 27.

Pembangunan kawasan strategis pertahanan yang direncanakan dapat direalisasikan dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku dan direncanakan dengan dukungan stake holder terkait serta membentuk tim terpadu sehingga akan terwujud sesuai rencana Kementerian Pertahanan.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Tanggamus mendukung persiapan, perencanaan, hingga pelaksanaan pembangunan kawasan strategis pertahanan, mensosialisasikan kepada masyarakat untuk dapat memberikan dukungan pada pelaksananaan pembangunan kawasan strategis pertahanan.

Setelah dilakukan feasibility study, diharapkan pelaksanaan pembangunan kawasan strategis pertahanan dapat segera terwujud di Kabupaten Tanggamus dan terwujudnya komitmen bersama antara Kementerian Pertahanan RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dengan terwujudnya kawasan strategis pertahanan dapat memiliki dampak pertumbuhan ekonomi kerakyatan untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Tanggamus. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com