Penawartama (HS), Terjadinya konflik internal dalam kehidupan masyarakat adalah mengenai perbedaan suku, agama, dan ras, dapat terjadi sewaktu, bisa menjadi peristiwa besar, hal itu dapat teratasi dengan dibentengi oleh rasa saling toleransi, saling harga menghargai dan saling menghormati dan memiliki rasa kasih sayang antar sesama umat manusia, dipersatukan dalam Bhineka tunggal Ika, Sabtu (24/08/2019)..
Acara pemberkatan di Gereja Katolik Stasi Yohanes di Kampung Sidoharjo, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang itu dihadiri oleh Serma Sulindra, Babinsa Sidoharjo, Jumat (23/08)
Menurut Serma Sulindra dalam acara pemberkatan di Gereja Katolik Stasi Santo yohanes Sidoharjo, dibantu oleh Bapak MGR Yohanes Harun Yuwono dari keuskupan Tanjungkarang, dan dihadiri sekretaris camat Penawartama, Batibung Penawartama, Perwakilan dari Polsek, Kepala Kampung se-Kecamatan Penawartama, Persatuan Ibu-ibu Muslimah Penawartama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, Jemaat gereja se Penawartama, masyarakat disekitar kampung Sidoharjo.
Dalam acara tersebut disampaikan oleh Bapak MGR Yohanes Harun Yuwono, agar kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan walaupun berbeda keyakinan tapi tetap satu tujuan, menjaga dan membangun Indonesia.
” Mari kita selalu menjaga toleransi antar umat beragama, sehingga akan timbul hidup rukun dan damai ditengah- tengah kehidupan bermasyarakat,” pinta Serma Sulindra. (gun)



