Lampung Tengah (HS)- Beredarnya video amatir mengenai kericuhan dalam turnamen sepak bola di Lapangan Kampung Buyut Udik Kec. Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah menggemparkan masyarakat, Jumat (26/01/2024).
Kericuhan terjadi saat pertandingan semi final antara Tim Buyut Udik (tuan rumah) dan Tim Trunjono dari Kp. Terbanggi Agung, Kec. Gunung Sugih. Setelah pertandingan berakhir dengan adu penalti, Tim Trunjono, yang diperkuat oleh 3 personel Brimob, mengalami kekalahan.
Akibat gesekan itu kata Kapolres, 4 orang pemuda dari Kampung Buyut Udik mengalami pemukulan dari pemain maupun suporter Tim lawan yang juga merupakan personel Brimob.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit menyampaikan bahwa kasus ini telah dilakukan mediasi di Mapolres Lampung Tengah dan kedua belah pihak sepakat untuk dilakukan penyelesaian secara damai dan kekeluargaan.
“Semalam sudah kami lakukan mediasi antar kedua belah pihak, baik dari masyarakat maupun dari Brimob yang dihadiri oleh Danyon Brimob Gunung Sugih Kompol Jimmy dan telah diselesaikan secara damai serta kekeluargaan,” kata Andik.
Adapun penyampaian dari perwakilan tokoh masyarakat Kampung Buyut Udik yakni meminta kepada Danyon Brimob Gunung Sugih untuk bertanggung jawab mengobati salah satu pemuda yang dirawat di Rumah Sakit akibat pemukulan oleh oknum anggota Brimob tersebut hingga sembuh.
Kemudian, untuk para oknum Brimob yang melakukan pemukulan terhadap masyarakat tersebut, dapat diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit kembali menjelaskan bahwa Sabtu (27/1/24) sekira pukul 13.30 WIB, kedua belah pihak kembali bertemu untuk bersilaturahmi di Mapolres Lampung Tengah.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri langsung oleh Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto Mujiharso, beserta jajarannya.
Dansat Brimob Kombes Pol Yustanto mewakili jajarannya menyampaikan permohonan maaf kapada seluruh masyarakat Kampung Buyut Udik serta keluarga korban atas insiden tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian keributan ini. Yang mana olahraga seharusnya menjadi ajang silaturahmi malah berakhir dengan terjadinya keributan,” kata Yustanto.
Pihaknya juga berjanji untuk memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi para korban hingga sembuh dan semoga korban cepat diberikan kesembuhan.
Dansat Brimob juga menegaskan bahwa akan segera melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap para personelnya yang terlibat keributan, sebagai upaya kita agar dapat melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain pengobatan gratis, Dansat Brimob juga turut memberikan tali asih kepada 4 orang korban.
“Kami berharap, kedepannya dengan kejadian ini dapat memberikan hikmah untuk menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (**)



