Bupati Dendi Ramadhona Jangan Ragu Dukungan Putra Putri Ikut Pramuka.

Bagikan Berita

Pesawaran (HS) – Bupati pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan, kunci sebuah keberhasilan dalam pembangunan bangsa terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Demikian dikemukakan Kak Dendi Ramadhona, ketika membuka Pesawaran Rovers Champion (PRC) V tahun 2022 di Bumi perkemahan Lapangan Tritura, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (10/9/2022).

Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka (Kamabicab) Kabupaten Pesawaran, Kak Dendi Ramadhona mengatakan, bahwa pembangunan karakter bangsa menjadi fokusnya, dan pembangunan SDM juga haruslah sejalan dengan Pembangunan fisik, karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada SDM yang berkualitas.

Pramuka diharapakan dapat mengikuti perkembangan zaman, dan tidak lagi terkesan kuno dalam era komunikasi digital. Menjadi tantangan bagi para pembina pramuka, agar selalu kreatif dan inovatif dalam membina peserta didiknya, sehingga bangga menjadi seorang Pramuka, ujarnya.

Pesawaran Rovers Champions merupakan kegiatan kepramukaan yang digelar setiap tahun dengan peserta terdiri dari Pramuka penegak seluruh Gugus Depan yang ada di Kwarcab pesawaran.

Pesawaran Rover Champion ke-V ini merupakan gelaran pertama kalinya sejak pandemi melanda di Bumi Andan Jejama, bahkan seluruh dunia.

PRC ke-V tahun 2022 ini digelar bersamaan dengan Upacara peringatan Hari Pramuka yang ke 61 dan Insya Allah momentum ini dapat dijadikan tradisi baru untuk PRC-PRC yang akan datang, kata Dendi.

Ketua Kwartir Cabang (kakwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pesawaran kak Nanda Indira Bastian mengatakan, bahwa kegiatan Pesawaran Rovers Champion ke-V diikuti 697 peserta dari 29 Gugus Depan (Gudep) se-Kabupaten Pesawaran, dan mengikuti enam cabang perlombaan yang digelar, Yakni, Lomba Peraturan Baris-Berbaris, Miniatur Pionering, Desain Logo dan Maskot, Lomba Kuliner Khas Daerah Lampung, Dokumenter, hingga lomba Selfi, kata Kak Nanda.

Turut hadir Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo SIK bersama Ketua Bhayangkari, 16 Dewan Juri yang terdiri dari Kwarcab pesawaran, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) serta beberapa Mahasiswa dari Perguruan Tinggi.

Irfan peserta Pramuka penggalang kelas 8 SMP Negeri di kabupaten Pesawaran mengaku sangat bersyukur mengikuti kegiatan ini, kesempatan dimana kita semua bisa berkumpul bersama-sama, dengan anggota Pramuka se-kabupaten Pesawaran.

Banyak hal yang didapat guna membantu, membentuk karakter, dan kepribadian, karena disini kita harus kompak dan saling bergotong-royong, serta saling menguji kualitas kepribadian masing-masing, ujarnya.

Untuk diketahui, tingkatan Pramuka dibedakan berdasarkan faktor Usia, dan sedikitnya ada empat tingkatan pada gerakan Pramuka sesuai dengan usia, yakni:

  1. Pramuka Siaga, tingkat pertama dalam Pramuka tingkatan ini diikuti anggota berusia 7-10 tahun atau usia (SD). Nama siaga diambil dari istilah siaga, yang mengacu pada kesiapsiagaan, masyarakat Indonesia untuk meraih kemerdekaan sejak Organisasi Boedi Oetomo yang terbentuk pada tahun 1908. Satuan terkecil pada tingkat siaga disebut barung, satu barung berisi 5-10 Orang, termasuk pemimpin barung. Dalam pramuka siaga sendiri ada pembagian tingkatan lagi, yakni, tingkatan Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata.
  2. Pramuka Penggalang, tingkatan berikutnya disebut penggalang, dengan anggota berusia 11-15 tahun, atau usia SMP sebutan penggalang diambil dari kosakata penggalang, mengacu pada gerakan menggalang persatuan rakyat Indonesia melawan penjajah demi meraih kemerdekaan. jika dalam siaga disebut barung, maka kelompok pada tingkat penggalang disebut pasukan atau Regu. Pemimpinnya disebut Pinru (Pimpinan regu) Pramuka penggalang dikategorikan lagi menjadi tiga tingkatan, yakni Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, dan Penggalang Terap.
  3. Pramuka Penegak, Tingkatan Pramuka Penegak diikuti oleh anggota berusia 16-20 tahun atau usia SMA. (Rls/Eka)
https://www.hariansumatera.com