
Bandar Lampung (HS) – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, memastikan harga minyak goreng di Provinsi Lampung akan kembali normal.

Hal ini diungkapkan saat Rakor Menteri Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota terhadap Implementasi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan pasokan minyak goreng di Provinsi Lampung, bertempat di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, Kamis (24/02/2022).
Mendag M. Luthfi mengatakan, akan kembali normal paling lambat awal Maret 2022.
” Mudah-mudahan ini akan berangsur normal setidaknya paling lambat akhir Minggu depan,” ujar Luthfi.
Kementerian Perdagangan akan memasok minyak goreng ke Provinsi Lampung, dengan kebutuhan minyak goreng di Provinsi Lampung sebesar 18 ribu ton per bulan, ujarnya.
Dari 18ribu ton tersebut, nantinya akan dikontrakkan langsung melalui Crude Palm Oil (CPO) dengan harga subsidi Rp. 9.300 kepada perusahaan di Lampung.
Perusahaan tersebut yaitu, PT. Palma Bumi Lestari, CV. Sinar Laut dan PT. Domus Jaya.
” Mudah-mudahan masalah kelangkaan minyak goreng di Lampung bisa selesai. Dengan adanya kontrak baru, kita akan bereskan semuanya, menjelang normal sampai akhir Minggu depan,” ujarnya.
Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, masyarakat tidak perlu cemas karena telah tersolusikan oleh Kementerian Perdagangan.
” Masing-masing kebutuhan akan segera diberikan kepada kabupaten/kota,” ujar Arinal.
Arinal meminta para Bupati/Walikota bersama Dinas Perdagangan agar melakukan pengawasan terhadap distribusi di daerah. Jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan perorangan secara komersial.
Dan jangan sampai minyak goreng yang diberikan untuk Lampung keluar Provinsi lain. Masing-masing Kabupaten/Kota harus menjaga stok yang diberikan sesuai dengan peruntukan,” tegas Arinal. (Meg)



