Bandar Lampung (HS) – Blunder lagi! Begitu kalimat yang tepat menggambarkan sikap Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Kali kedua, Arinal melecehkan jurnalis. Kalimatnya dibalut agamis, tetapi terasa bengis.
Arinal menyumpahi seorang wartawati RMOL Lampung dengan kalimat “innalilahi wainna Ilaihi rojiun” di depan publik. Alhasil tindakan ini adalah upaya mempermalukan jurnalis di depan umum.
Gubernur Arinal Djunaidi sepertinya panik. Bahkan lucunya, dia membuka penistaan dengan membawa-bawa urusan pakaian dan keyakinan sang wartawan.
Plt. Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Mahmud Marhaba menyampaikan pendapatnya mengenai kejadian yang menimpa wartawati Kantor Berita RMOL Lampung, Tuti Nurkhomariyah.
“Ada aturan yang jelas apabila seseorang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan. Bukan marah-marah di depan umum, mempermalukan wartawan. Apalagi sampai membawa-bawa urusan agama,” ujar Mahmud Marhaba seperti dilansir dari Kantor Berita RMOLLampung, Selasa malam (3/3).
Tindakan Gubernur Arinal itu, kata dia, tidak etis. “Jika merasa ada masalah dengan pemberitaan media hendaknya meminta klarifikasi kepada media itu. Bukan marah-marah di hadapan publik. Ini tandanya kepanikan seorang pemimpin,” demikian Mahmud Marhaba.
Di sisi lain Mahmud Marhaba mengingatkan agar pekerja pers terus memperhatikan kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan.
“Kemerdekaan pers adalah hak warganegara, bukan hanya hak pekerja pers. Ini perlu kita hormati bersama. Pihak yang merasa terganggu dengan pemberitaan gunakan mekasnisme yang disediakan UU Pers, jangan melakukan tekanan fisik dan psikis,” kata Mahmud Marhaba lagi.
Peristiwa yang menimpa Tuti Nurkhomariyah itu terjadi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa siang (3/3).
Di hadapan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Lampung dan belasan wartawan, Arinal Djunaidi menyinggung pemberitaan yang mengangkat kehadirannya mengenakan pakaian dinas dalam Musda X Partai Golkar Lampung di Graha Wangsa, Bandar Lampung, sehari sebelumnya (Senin, 2/3).
Kepada wartawan yang hadir di Rupatama Kantor Gubernur Lampung saat itu, Arinal bertanya apakah wartawan RMOLLampung hadir. Melihat kehadiran wartawati RMOLLampung itu, Gubernur Arinal melanjutkan tegurannya. Kali ini dengan membawa-bawa pakaian muslimah yang dikenakan Tuti.
“Kamu pake kerudung. Samikna waatoqna. Jangan sampai innalilahi wainna Ilaihi rojiun,” ujar Arinal diikuti permintaan agar sang wartawati membuat berita yang baik-baik saja.
Kantor Berita RMOLLampung tidak pernah memuat berita yang dimaksud Gubernur Arinal itu. Berita tentang seragam gubernur pada saat Musda Partai Golkar dimuat media online lain.
Tidak sampai di situ, usai acara wartawati RMOLLampung dihampiri empat ajudan Arinal dan membawanya ke ruang kerja Gubernur Lampung.
Di dalam ruangan itu, Gubernur Arinal mempersoalkan berita lain yang memang dimuat RMOL Lampung, berjudul “Polemik Raja Olah, Herman HN Ya Diolah Saja, Gulanya Harus Menang.”
Berita itu diangkat dari pernyataan Walikota Bandarlampung Herman HN yang direkam oleh sang wartawati.
Disebutkan oleh wartawati RMOLLampung, seseorang di dalam ruangan itu meminta agar dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Arinal atas berita tersebut demi menghentikan persoalan. (*)



