Kemarau Panjang Embung, Sumur Gali dan Sungai Mulai Kering

Bagikan Berita

Tulangbawang Barat (HS), Coba kita renungkan, mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita (red). Kemarau panjang di Kabupaten Tulang Bawang Barat Sungai, Embung, dan Sumur Gali mulai kekeringan sudah beberapa bulan ini baru dua kali hujan turun lalu menghilang, beruntung masih ada sumur bor bantuan pemerintah, Rabu (04/09/2019).

Beberapa pelaku sejarah Trasmigrasi tahun 1973 menyebutkan merasa prihatin melihat sungai-sungai menjadi mati, merana tidak ada lagi air mengalir, dibanding puluhan tahun lalu meskipun kemarau air sungai masih mengalir, airnya jernih banyak jenis ikan dan udang hidup didalamnya, seprti kura-kura dan bulus hidup berkembang biak, hutan dibantaran sungai masih tumbuh subur.

Akibat tangan-tangan jahil kelestarian alam lingkungan sungai dirusak. Sekarang musim hujan air meluap dan musim kemarau air kering menjadi sungai mati.

Kehidupan hayati didalamnya hilang, anak cucu hanya kebagian dongengnya. Diantaranya sungai Kalimacan melintas di Tiyuh Mulyokencono, sungai tempel di Candra Mukti, dan sungai Kalimiring di Tiyuh Candra Jaya.

Diakui Siti Soleha warga setempat 25 tahun lalu kami bersama ibu-ibu senang mencari udang dipinggiran sungai, dahulu udangnya banyak, sekali turun sungai bisa mendapat udang dua rantang nasi, sekarang cari satu ekor udang sulit ditemukan.

Kemarau sekarang terasa panas, sumur galian ikut kekeringan. Alhamdulillah Pemkab Tulang Bawang Barat beberapa tahun lalu membagikan sumur bor ditempat-tempat ibadah, kesulitan air bersih warga bisa teratasi mengambil air di sumur bor bantuan pemerintah. Sebelumnya setiap kemarau warga ambil air disungai, sekarang sungainya kering.

Menurut Elen sungai di Gunung Agung ikut kering, kesulitan air bersih warga bisa mengambil ai di sumur bor bantuan pemerintah, bagi warga sumur galiannya ditempat lahan rendah tak masalah, masih banyak menyimpan air.

Marjuki camat Gunung Agung mengatakan musim kemarau tahun ini kebutuhan air bersih warga tidak masalah karna tersedianya sumur bor bantuan pemerintah di tempat-tempat ibadah. Menurutnya banyak sumur galian milik warga kering, embung dan kolam ikan ikut kekeringan. (gum).

https://www.hariansumatera.com