Warga Rawaragil Keluhkan Infrastruktur, Panen Melimpah Harga Gabah Anjlok Akibat Jalan Rusak

Bagikan Berita

Tulangbawang (HS),- Rawaragil sebuah kampung di tepi sungai Way Pidada, kecamatan Rawapitu, kabupaten Tulangbawang. 

Penduduk kampung Rawaragil umumnya bermata pencaharian sebagai petani sawah, dengan luas lahan sawah sekitar 1.700 hektar. Dengan produksi gabah rata-rata 6 ton gabah per hektar.

Dari pantauan hariansuamatera.com, saat ini petani Rawaragil sedang menggolah tanah, mendeder bibit padi, untuk melakukan penanaman padi secara serentak.

Banyak warga mengeluhkan mengenai rusaknya infrastruktur jalan,  “Masih banyak kendala yang dihadapi para petani Rawaragil, meskipun hasil panen melimpah,  namun  belum bisa menikmati hasil jeri payahnya, akibat infrastruktur jalan rusak dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, akibatnya harga gabah di tingkat petani menjadi murah”, keluh warga.

Menurut Sukur Anwar ketua gapoktan Rawaragil membenarkan apa yg disampaikan beberapa warga itu.

Kata Sukur panen raya akan terjadi maret 2019, kalau tidak ada gangguan, kampung Rawaragil akan menghasilkan produksi padi sebanyak 10.200 ton gabah.

Minimnya tempat jemuran, takut gabah busuk petani nekat menjual hasil panenanya lewat sunggai pidada, masuk sunggai way Tulang Bawang merapat di pelawe, Sweet Indolampung, menempuh perjalanan 2 jam.

Menurutnya setelah dihitung, dikurangg ongkos kuli dan perahu, petani kebagian Rp3500/kg gabah. Jatuhnya harga gabah akibat mobil truk tidak bisa masuk kampung, kalau bisa pedagang berani beli gabah Rp 5200/kg gabah.

Gapoktan meminta pemerintah terkait, agar segera memperbaiki jalan poros  propinsi itu, agar petani tidak terus menerus kesulitan. Gapoktan juga meninta agar kementerian pertanian membantu Combet mesin pemotong padi dan mesin penggelola tanah, kata Sukur. (Gun)

https://www.hariansumatera.com