30 Narapidana Rutan Wayhui Dipindahkan ke Lapas Kotaagung

Bagikan
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Lapas Kelas IIB Kota Agung, selasa (19/3/19) pukul 7.30 Wib, kedatangan 30 orang Narapidana pindahan dari Rutan Way Hui Bandar Lampung. Dengan jenis lama hukuman terendah Kasus 636 KUHP dengan hukuman 1 tahun penjara, tertinggi kasus Narkotika dengan hukuman 9 tahun penjara.

Menurut Kalapas Sohibur Racman mengatakan, ini bertujuan untuk mengurangi over kapasitas yang ada di Rutan Way Hui, dan Lapas Kotaagung masih mampu untuk menerima pindahan WBP tersebut. “Walaupun terhitung kapasitas hunian Lapas Kotaagung juga sudah over kapasitas yang seharusnya 250 orang yang sudah ditentukan, namun pada hari ini (19/3), isi hunian Lapas sebanyak 440 orang, “ujarnya Sohibur Racman.

Sohibur melanjutkan, untuk Napi 30 orang yang baru datang ini, program pembinaan nantinya sesuai dengan mental kepribadian kemandirian dan kemampuan masing-masing WBP. Setelah nantinya dilakukan Assessment oleh petugas Lapas. Untuk kelengkapan berkas sendiri, akan diperiksa oleh tim Registerasi sekaligus melakukan penggeledahan barang bawaan oleh tim pengamanan Lapas. Setelah itu juga, akan diterapkan harus mengikuti aturan dilapas kelas IIB Kota Agung.

“Ada beberapa hal yang dilarang dilapas ini, terutama penggunaan Handphone, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, karena kami sudah menyediakan sarana komunikasi yaitu Wartelsuspas. Jadi apabila hal tersebut dilanggar maka kami tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman,” terangnya Sohibur.

Sementara Kasi Binadik Lapas Ferdika canra menyampaikan, dalam proses pembinaan kita harus siap menerima pemindahan dari lapas atau rutan lain di provinsi lampung. Hal tersebut untuk mengurai overkapasitas di lapas dan rutan di wilayah lampung. Untuk 30 orang yang di pindahkan dari rutan bandar lampung tersebut, kita masukkan ke dalam kamar mapanaling/masa pengenalan lingkungan selama 12 hari. Setelah itu kita akan bina dan kita perlakukan yang sama dengan napi yang lain dan pastinya harus mengikuti atauran yang ada di lapas kota Agung ini.

“30 orang ini kita akan tanyakan keahliannya, agar dapat bisa di kembangkan di dalam lapas dengan kegiatan kerja yang ada di lapas. Agar kedepan mereka menjalankan hukumannya tidak bosan dan ada aktifitas dalam menjalankan hukumannya,” pungkasnya Ferdi. (sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com