TNI-POLRI dan Masyarakat Harus Rukun Demi Menjaga Kedaulatan Rakyat

Bagikan Berita

Mesuji (HS),- TNI-POLRI dan masyarakat harus rukun demi menjaga kedaulatan rakyat, hal itu terungkap dalam acara dialog lintas agama yang di gelar di aula MTS Negeri di Desa Simpangpematang, Kecamatan Simpangpematang, Kabupaten Mesuji, Selasa (16/07/2019)

Turut hadir dalam Giat tersebut, Kapolres Mesuji AKBP. Purnomo,S.IK, Kamenag Mesuji drs.Hi.Sanusi, Astaf ahli Pemerintahan Hamdani, Ketua MUI kabupaten Mesuji Hi.Chusni Fadhil, dan 60 tamu undangan turut hadir. .

Melalui Tema ” Menghargai Perbedaan Merajut Persaudaraan, Mempererat Persatuan dan Menjaga Kesatuan NKRI” bupati Mesuji Di wakili Hamdani selaku Stap ahli porkopimda Mesuji menyampaikan, setiap perbedaan adalah satu kunci dari persatuan dan dari perbedaan itulah kita dapat mengetahui bagaimana caranya agar persatuan tetap terjaga.

Melalui dialog ini kami meminta agar dapat di laksanakan secara kontinue, guna lebih memper erat tali silaturahmi, perkecil perbedaan dan peresar kebersamaan, sehingga terciptalah kehidupan yang aman, damai sentosa dan sejahtera, kita dapat hidup secara berdampingan tanpa perbedaan,,harapnya.

Usai sambutan Plt. bupati Kakanwil prov lampung Drs.H. Suhaili.M.Ag yang membuka kegiatan dialog menyampaikan materi dialog tentang ” Moderasi Agama ” yang menjadi Prioritas utama pada pembahasan dialog lintas agama, sebagaimana intruksi Presiden RI. dr. joko widodo melalui kementrian agama baru baru ini, menyampaikan bahwa semua unsur baik masyarakat, TNI dan Polri untuk selalu rukun demi menjaga kedaulatan masyarakat dan Negara melalui Dialog lintas agama.

” Masyarakat dan negara akan sejahtera apabila masyarakatnya taat beragama, karna agama adalah unsur mutlak pada setiap kehidupan, pada dasarnya agama tidak mengajarkan untuk membenci perbedaan, namun manusianyalah yang menganggap itu suatu perbedaan melalui dialog lintas Agama ini, mari kita bersama sama Memahami dan menghargai perbedaan namun tetap merajut persaudaraan dan silaturahmi jelas.Suhaili.

Kakanwil juga menyampaikan, Mengacu kepada Diaolog Lintas agama ini kementrian agama tahun 2019 ini memiliki anggaran untuk program khusus yakni, meningkatnya kwalitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kwalitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses biaya pendidikan meningkatnya mutu pendidikan agama dan ke agamaan serta meningkatnya kwalitas tata kelola bidang agama salahbsatu pembagunan Rumah ibadah umat bergama di indonesia.

Di samping itu pemerintah melalui kementrian juga mempunyai tugas penting untuk memberikan bimbingan dan pelayanan agar setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agamamnya dapat berlangsung rukun,lancar dan tertib, Meningkatkan kwalitas pelayanan dan pemahaman agama, sehingga terciptalah kerukunan antar golongan beragama yang merupakan syarat mutlak bagi terwujutnya stabilis ekonomi dan politik, yang di lantasibdegan toleransi saling pwngwrtian dan saling pengertian, menghormati menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamannya bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang di atur dalam UU 1945.

Usai penyampainan materinya kegiatan di lanjutkan degan dialog khusus lintas agama yang di pimpin lagsung Ketua MUI kabupaten Mesuji Chusni Fadhil,.S.Ag Yang melibatkan seluruh tamu undagan

Usai Dialognya, kapolres Mesuji AKBP edi Purnomo menyampaikan Melalui dialog lintas Agama ini ia berpesan agar masyarakat khsusunya kabupaten Mesuji agar lebih berhati hati menanggapi isu hoax yang beredar di media sosial dan lainnya, jagan mudah percaya degan berita berita hoax sebelum menemukan kejelasan sumbernya dan bijaklah dalam bermedsos,

” mari kita pahami sesuai akidah dan pemahaman kita dan mari kita hindari isu Hoax,paham Komunisme dan Radikalisme yang dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama”, ujarnya Senin (15/07) (gun)

https://www.hariansumatera.com