Silang Sengkarut Perizinan SD Immanuel Kotabumi

Bagikan
  • 81
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Terkait izin operasional Sekolah Dasar (SD) Nasional Plus Immanuel yang sampai saat ini masih dalam proses pengajuan administrasi, mulai menuai polemik. Salah satu SD swasta yang ada Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara ini sempat diragukan keabsahannya disebabkan SD dimaksud, sampai berita ini diturunkan, belum mengantongi izin operasional dari Pemkab Lampura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampura.

Diberitakan sebelumnya, Kamis, (05/10), meskipun SD Nasional Plus Immanuel, secara legal formal, terindikasi kuat tidak memiliki izin dari instansi terkait, namun pengurus SD swasta tersebut sudah merekrut siswa didik.

Dikutip dari hak jawab yang disampaikan Kepsek SD Nasional  Plus Immanuel, Berniece Esther Awuy, melalui website hariansumatera.com, Sabtu, (07/10), menyampaikan bahwa sekitar satu bulan yang lalu, dirinya yang ketika itu ditemani salah seorang pengajar SD tersebut, bernama Eva Tiara Tumewu, sudah menghadap Kasi SD Disdikbud setempat, Dian Ratna Hapsari, dengan membawa profil sekolah guna melaporkan keberadaan SD tersebut.

“Tetapi, Ibu Dian Ratna Hapsari tidak mau menerima (berkas profil, red) dikarenakan belum lengkap,” tulisnya.

Masih dalam kutipan dimaksud, pihak SD tersebut lalu mengurus berkas yang kurang ke Yayasan Cahaya Sinar Bangsa di Jakarta. “Berkas tersebut sudah selesai, tinggal diserahkan pada Ibu Dian,” papar Berniece.

Lebih lanjut dijelaskannya, SD dimaksud baru berjalan 3 (tiga) bulan dengan meneruskan PAUD Nasional Plus Immanuel yang telah berjalan selama 7 (tujuh) tahun. “Murid-murid pun sebagian besar berasal dari anak-anak jemaat gereja,” jelasnya.

Diuraikannya lebih jauh, pihak SD Nasional Plus Immanuel, yang didampingi para wali murid, beberapa waktu lalu, sudah menemui Kepsek SD Negeri 02 Wonomarto, Murtini, guna memohon ijin. Diketahui, SD Negeri 02 merupakan SD Negeri terdekat dari sekolah dasar swasta dimaksud.

“Kami juga telah menemui Ka. UPTD Disdikbud Kotabumi Utara, Wiranto, untuk melapor dan memohon bimbingan. Kami pun sudah menemui Kades Sawojajar, Mulyanto,” urai Berniece.

Berbanding terbalik dengan paparan tersebut, saat dikonfirmasi awak media ini, Senin, (09/10), via ponsel, Kepala Sekolah SD Negeri 02 Wonomarto, Murtini, membantah jika Kepsek Berniece meminta ijin kepadanya.

“Memang benar, jika ia (Berniece.red) belum lama ini mengunjungi kediaman saya. Namun, dalam kunjungan tersebut tidak ada pembahasan terkait permintaan izin SD beliau kepada saya. Toh, saya juga tidak memiliki kompetensi terkait dengan izin maupun keberadaan sekolah tersebut. Saya tidak memiliki kewenangan apapun dalam persoalan itu. Kedatangan mereka hanya bersilaturahmi dan berbincang secara kekeluargaan saja dengan saya,” bantah Murtini.

Dikatakannya, Kepsek Berniece sempat meminta maaf atas kepindahan beberapa siswa didik SD Negeri 02 Wonomarto ke SD swasta dimaksud.

“Ia juga sempat meminta maaf kepada saya atas peristiwa kepindahan siswa didik saya ke SD yang dikelolanya. Kurang lebih ada sepuluh orang siswa didik yang tercatat duduk di kelas satu sampai dengan kelas empat. Pada prinsipnya, saya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena itu menjadi keinginan mereka sendiri. Namun, apabila siswa didik tersebut dikemudian hari justru jadi terhambat pendidikannya, tentunya secara pribadi saya juga ikut merasa bersalah,” sesalnya.

Keberadaan SD Nasional Plus Immanuel, diakui Kepsek Murtini, meskipun berdekatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses pembelajaran di SD Negeri 02 Wonomarto. “Jarak SD itu kurang lebih satu kilometer dari SD kami. Saya tidak merasa ada persoalan yang terlampau prinsip meskipun sekolah kami berdekatan. Itu kebijakan pihak mereka. Saya tidak punya kebijakan apapun terkait dengan keberadaan sekolah tersebut dan juga tidak tahu-menahu secara lebih mendalam tentang sekolah itu,” jelasnya.

Sementara itu secara terpisah, Kasi SD Disdikbud Lampura, Dian Ratna Hapsari, menegaskan bahwa pihaknya, beberapa waktu lalu, menerima berkas pengajuan berupa profil PAUD Immanuel bukan berkas pengajuan izin SD Nasional Plus Immanuel.

“Saya terima kok berkas yang mereka bawa kepada saya. Tapi, berkas tersebut bukanlah berkas yang secara administratif untuk perizinan SD. Bagaimana mau diproses lebih jauh. Yang diberikan kepada saya hanya profil PAUD. Ketika saya tanyakan kepadanya terkait kelengkapan administrasi SD Immanuel, Kepsek Berniece mengatakan berkas tersebut ketinggalan,” papar Dian seraya menunjukkan profil PAUD Immanuel, Senin, (09/10), di ruang kerjanya.

Dijelaskan Dian Ratna Hapsari, Kepsek Berniece belum mengajukan permohonan izin SD dimaksud. “Sejauh ini Kepsek Berniece sama sekali belum menyerahkan pengajuan izin. Yang diserahkan kepada saya hanya profil PAUD ini. Sudah saya jelaskan kepadanya apa saja persyaratan yang menjadi kelengkapan administrasi SD. Setelah itu terpenuhi, Disdikbud akan melakukan verifikasi terkait. Baru kemudian kita ajukan ke pusat guna diproses perizinannya. Seperti itu prosedurnya,” pungkas Dian. (efri)

4 komentar pada “Silang Sengkarut Perizinan SD Immanuel Kotabumi

  • Senin 9 Oktober 2017 pada 16:24
    Permalink

    Harusnya dinas tegas geh. Sekolah yg ga berijin ya distop dulu. Jgn nunggu. Masa nunggu masalah berlarut.

    Balas
  • Senin 9 Oktober 2017 pada 20:48
    Permalink

    Ramai dulu baru tindak lanjut ya mbak sudarni

    Balas
    • Selasa 10 Oktober 2017 pada 09:20
      Permalink

      Betul mas. Dinasnya jgn nunggu.

      Balas
      • Selasa 10 Oktober 2017 pada 20:19
        Permalink

        Jaman skrg mang gitu lo mbak haha main pecut dulu baru jln

        Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com