Setelah Bupati Tulangbawang Kirim Surat, Jembatan Bujung Tenuk Langsung Diperbaiki

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menggala (HS), – Bupati Tulangbawang Winarti, gerak cepat melakukan koordinasi mengatasi kerusakan Jembatan Bujung Tenuk yang merupakan salah satu jembatan penghubung di Jalan Lintas Timur Sumatra, berlokasi di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulangbawang,  nampak jembatan segera diperbaiki oleh Kementerian PUPR melalui Satker P2JN Lampung.

Dari pantauan hariansumatera.com,  nampak para pekerja sedang melakukan perbaikan dilokasi jembatan yang mengalami kerusakan, Jumat (14/09/2018).

Kerusakan jembatan ini akibat beban atau volume kendaraan melebihi kapasitas yang melintasi  pada Jalan Nasional tersebut, yang mengakibatkan landasan jembatan berlubang. Kondisi ini membuat terganggunya perjalanan kendaraan yang bisa berdampak pada distribusi arus barang komoditi serta pelaksanaan proses pengerjaan proyek nasional yang berada di kabupaten Tulangbawang.

Hal ini langsung ditangani Bupati Winarti dengan cepat melakukan koodinasi dengan pihak terkait.

“Alhamdulillah surat kita direspon cepat oleh Kementerian PUPR melalui Satker P2JN di Bandar Lampung, sehingga kekhawatiran kita akan terjadi kemacetan berlarut-larut di sekitar Jembatan Bujung Tenuk Menggala Tulangbawang tidak terjadi, dan kondisi kerusakannya saat ini sudah diperbaiki,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Bupati Tulangbawang mengirimkan surat ke Kementerian PUPR melalui Satker P2JN di Bandar Lampung dengan nomor surat : 600/262/V.3/TB/IX/2018, dengan sifat Penting.

Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan dan jembatan sudah memerlukan perawatan, karena umur dari pada jembatan yang ada di Kabupaten Tulangbawang sudah tua dan banyak yang memerlukan perawatan.

“Jembatan dan Jalan Nasional yang melintasi Tulangbawang sudah berumur, sudah saatnya ada perawatan, apalagi volume kendaraan semakin banyak dengan beban muatan yang berat,” ujarnya menjelaskan.

Tidak lupa Bupati menghimbau, untuk kendaraan angkutan besar agar dapat mentaati ketentuan volume muatan, hal ini tentu untuk menjaga kondisi jalanan dan jembatan.

“Mari kita jaga jalan dan jembatan kita, kendaraan angkutan besar supaya bisa mentaati ketentuan volume muatan, supaya tidak overload dalam hal beban,” pesan Bunda Winarti. (Gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com