Sesosok Mayat di Way Umban Lampung Utara

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Warga Way Umban, Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara digegerkan penemuan mayat laki laki tanpa identitas (anonim), di way umban, sekitar pukul 10,15, Rabu (15/2/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat ini ditemukan warga, di bantaran Way Umban.‎ karena sudah 2 hari terakhir tercium bau busuk tak jauh dari kediamannya, oleh warga menghubungi polisi, dan langsung dievakuasi dibawa ke RSU Ryacudu Kotabumi‎.

Mayat anonim yang ditemukan oleh warga Way Umban, Tanjung Aman, Kotabumi diperkirakan karena sakit, dan kondisi jasad tersebut sudah bau sangat menyengat. “Korban sudah meninggal sekitar 3 hari yang lalu,” ujar Kasat reskrim Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris Supriyanto Husin.

Ciri-ciri mayat Anonim, diperkirakan usia 60 tahun, tinggi sekitar 170 cm, ‎untuk identitasnya tidak diketemukan selembar apapun. Namun, menurut keterangan warga setempat, korban sehari-harinya tinggal di kolong jembatan Way Umban. Disana, memang ada rumah papan dibantaran Way Umban. “Warga sering liat korban sebagai pemulung,” ujar dia.

Saat ditemukan, korban berada didalam rumah papan, yang diduga sebagai tempat tinggalnya. Ia ditemukan warga yang mencium aroma busuk. Setelah diperiksa, bau tersebut berasal dari jasad korban. “Korban masih pakai pakaian kaos warna putih dengan kain sarung kotak-kotak,” bebernya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi dilokasi penemuan mayat, korban merupakan tunawisma. Dia, tidak mempunyai keluarga di Lampung Utara. “Kemungkinan dia merupakan warga asal Jawa. Dan tinggal dibawah kolong jembatan Way Umban. Disana ada rumah papan, yang diduga tempat tinggal korban,” terangnya.

Untuk saat ini, pihaknya sudah membawa ke RSU Ryacudu guna dilakukan visum et repertum.‎ Dia menyebutkan, bagi warga yang kehilangan anggotanya, dapat melihatnya di RSU Ryacudu Kotabumi.
Trimo, salah satu petugas RSU Ryacudu, mengatakan untuk wajah sulit dikenali, sebab kondisinya sudah rusak. Akan tetapi, ada lubang di ‎kaki kanannya. Dirinya tidak mengetahui bekas apa lubang tersebut, dan dibawahnya ada bekas goresan. “Kami tunggu tiga hari , jika tidak ada yang melaporkan atau kehilangan sanak saudaranya, pihak RSU Ryacudu akan makamkan,” Tuturnya. (Efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com