Seolah Tak Menghargai Pahlawan, Bendera ini Tidak Layak Berkibar di Desa Sukamandi Pesawaran

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Way Lima (HS) – Bendera Merah Putih tidak layak ditemukan berkibar di Kantor Desa Sukamandi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Jum’at (15/11/2019).

Samsuri Pj. Kepala Desa Sukamandi seolah tidak menghargai perjuangan para Pahlawan merebut kemerdekaan dan Bendera Merah Putih sebagai Lambang Negara. Padahal sebagai pejabat harusnya menjadi contoh masyarakat dan mengetahui tentang Bendera sebagai Lambang Negara diatur Undang-undang.

Dalam Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan sudah mengatur bendera Merah Putih yang layak untuk dipasang, dimana bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam tidak boleh dipasang,”

Diketahui ada ancaman pidana yang diatur diatur dalam Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b.“Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta,”.

Ormas GML DPD Pesawaran bersama hariansumatera.com melakukan penurunan Bendera yang berkibar di kantor desa Sukamandi dan mengganti dengan yang baru.

Sebelum Kami Melakukan pergantian Bendera Sang Saka Merah putih didesa tersebut, berkordinasi dengan aparatur desa setempat (Kadus) yang minta namanya dirahasiakan, agar turut menyaksikan proses penurunan,dan penggantian Bendera Sang Saka Merah putih, Rabu (13/11/2019).

Saipul Anwar Sekretaris Desa Sukamandi ketika dikonfirmasi via Telepon tidak diangkat dan di SMS tidak dibalas.

Kami mohon kepada Bupati pesawaran dan instansi terkait, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat hususnya kepada aparat pemerintah sampai ke tingkat dusun mengenai Undang-undang tentang Lambang Negara.

Selain itu kiranya Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bupati dapat menegur aparat yang lalai ataupun tidak peduli dalam menghargai Lambang Negara, hasil perjuangan para Pahlawan dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia.

Diharapkan aparat pemerintah dapat memberikan contoh positif bagi masyarakat, dalam menghargai jasa-jasa Pahlawan serta menghai simbol-simbol Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com