Puluhan Tahun, Penderita Kaki Gajah di Lampung Utara Tak Mampu Berobat

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kotabumi – Lagi jerat kemiskinan menimpa warga penderita penyakit kaki gajah di Lampung Utara. Adalah Mukamat  (54) dan ibunya Sarah (90), warga dusun Nyunyai kecamatan Abung Selatan Lampung Utara (Lampura). Keduanya penderita penyakit kaki gajah selama puluhan tahun yang hingga kini belum mendapatkan pengobatan lantaran tidak adanya biaya.
Mukamat sudah menderita kaki gajah semenjak tiga puluh tahun yang lalu. Karena itu ia tidak mampu beraktivitas, bahkan sekedar ke dapur pun dirinya harus berjalan ngesot. Sementara ibunya, Sarah sudah tiga tahun ini hanya terbaring ditempat tidur. Untuk makan minum sehari-harinya mereka hanya mengandalkan keponakannya yang berprofesi sebagai buruh sadap karet dengan penghasilan perbulannya hanya mencapai Rp. 400 ribu.
Suginok (24), keponakan Mukamat yang juga cucu dari Sarah, sangat mengharapkan bantuan langsung dari pemerintah daerah untuk pengobatan paman dan neneknya. Karena menurutnya selama ini mereka belum pernah mendapatkan bantuan sosial termasuk bantuan kesehatan. Setiap kali mengobati paman dan neneknya, Suginok harus mengeluarkan biaya Rp. 50 ribu dikarenakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) belum ada.
“Saya sangat berharap uluran tangan khususnya bantuan pemerintah untuk biaya pengobatan paman dan nenek saya,” cetus Suginok di rumahnya  (27/12)

 

Sementara itu, Supriyadi, tetangga Mukamat mengatakan prihatin atas kondisi kehidupan keluarga Mukamat yang serba kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun mengandalkan keponakannya, Suginok yang berpenghasilan minim sebagai buruh sadap karet. ” Saya berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu pengobatan paman dan neneknya Suginok,” ujar Supriyadi (efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com