Penebas 2.000 Kayu Akasia Dibekuk

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Way Kanan (HS) – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Way Kanan mengamankan pelaku yang diduga melakukan pembalakan liar (illegal logging) di areal PT Paramitra Mulya Langgeng (PML) Register 46, Pakuan Ratu, Selasa (09/01/2018).

 
Kapolres Way Kanan AKBP Doni Wahyudi, melalui Kanitidik 2 Satreskrim Ipda Anang Mustaqim, menjelaskan pada tanggal 8 Januari 2018 sekira pukul 18.30 wib berdasarkan informasi masyarakat, Unit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Satreskrim Polres Way Kanan berhasil mengamankan pelaku  inisial HY (35)  di rumahnya,  Desa Batu Raja, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara. Pria ini diduga illegal logging di areal PT. PML petak 67 kawasan register 46, Pakuon Ratu Kabupaten Way Kanan.
 
“Saat dilakukan penangkapa pelaku HY tidak melakukan perlawanan, selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polres Way Kanan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Tim Unit Tipiter Satreskrim,” ungkap Ipda Anang
 
Modus pelaku masih, kata Anang, melakukan perusakan terhadap tanaman akasia sekitar 2.000 batang dan melakukan penggarapan lahan di areal Register 46, Kecamatan Pakuon Ratu, Kabupaten Way Kanan, untuk ditanami singkong pada tanggal 13 Juli 2016, sayangnya kegiatan diketahui saksi dari satpam PT. PML dan pelaku berhasil melarikan diri .
 
Masih dihari yang sama,  korban Juanda (55) warga Desa Negara Ratu Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, selaku koordinator  PT PML Register 46 langsung melaporkan kejadian. Semenjak itu selama dua tahun lebih pelaku HY  bersembunyi karena telah menjadi DPO Polres Way Kanan.
 
Pelaku  illegal logging di PT PML Register 46 Pakuan Ratu, telah menebang pohon tanpa izin pejabat bewenang atau secara tidak sah seperti dimaksud dalam pasal 82 ayat 1 huruf c dan atau pasal 92 ayat 1 UU R.I Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
 
Akibat perbuatanya pelaku HY, akan dikenakan ancaman hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara dan paling singkat 1 tahun,” ungkapnya.()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com