Offroader Menapak Keindahan Air Terjun Putri Malu

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Way Kanan (HS) -Keindahan air terjun Putri Malu di Kampung Juku Batu Kecamatan Banjit, Way Kanan, membuat ratusan offroader dari berbagai daerah di Lampung turut serta menyemarakkan acara yang bertajuk Camping Ground 2017 Way Kanan Asyik, Wisata Adventure (29 – 30 April 2017).
Para penghoby mobil gunung ini, start Reast Area Kampung Suka Negeri Kecamatan Gunung Labuhan lalu finish Air Terjun Putri Malu Kampung Jukuh Batu Kecamatan Banjit.
Camping Ground yang diikuti oleh ratusan Off Roader se-Lampung yang datang dari berbagai komunitas seperti komunitas Jeef, komunitas 4×4, komunitas double kabin, komunitas Blazer, sebagai rangkaian  HUT Way Kanan ke – 18.
Ketua panitia  pelakasana Bambang mengatakan, Rute yang di tempuh Start Reast Area Kampung Suka Negeri, Simpang Neki, Simpang Asam, Rembang, Sumber Sari, Argomulyo , Menanga Siamang dan Bermalam dengan mendirikan tenda di Kampung Jukuh Batu. Pada acara malam hari panitia telah menyiapkan berbagai acara hiburan budaya setempat dan di pembakaran api unggun.
Keesokan harinya pada peserta off road setelah sarapan pagi melakukan senam bersama warga melanjutkan perjalanan menuju air terjun putri malu.
Meskipun perjalanan menuju air terjun putri malu memiliki medan yang menanjak dan dengan jalan tanah yang sangat licin tampak begitu antusias para peserta melaluinya.
Bahkan terlihat beberapa kendaraan yang akhirnya tidak mau melanjutkan perjalan dikarena mengalami kerusakan ataupun terjadi trouble pada mesin akhirnya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek yang telah disiapkan oleh panitia.
Budi salah seorang peserta off road yang berasal dari Bandar Lampung mengatakan, pada off road ini dia mengajak keluarganya karena ingin melihat keindahan air terjun putri malu.
“Saya bersama istri dan anak saya yang masih SD ikut acara ini karena penasaran kepingin melihat air terjun putri malu yang selalu di publikasi katanya cukup tinggi dan indah. Ternyata meskipun melalui perjalanan yang melelahkan dengan berbagai rintangan pada saat sampai di air terjun semua lelah itu hilang, karena air terjun putri malu sangat indah,” katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Iwan peserta off road dari Metro  yang kendaraannya mengalami troble sehingga harus melanjutkan perjalaanan dengan ojek saat mendaki menuju air terjun putri malu.
“Medannya menantang banget, selain mendaki dan licin karena habis diguyur hujan kendaraan gak mampu naik karena ada masalah dengan mesinnya. Tapi tetap asik karena akhirnya dapat melihat air terjun putri malu,” katanya.
Ketua KONI Way Kanan, Deni Ribowo, SE  mengatakan event off road yang diselenggarakan selain rangkain memeriahkan HUT Kabupaten Way Kanan yang ke-18  juga bertujuan lebih mengenalkan objek wisata air terjun putri malu kepada masayarakat luas di luar kabupaten.
“Medan menuju air terjun putri malu yang harus melalui jalan yang mendaki dengan jalan tanah merupakan tantangan tersendiri bagi para peserta off road.
Melihat begitu besarnya animo dari para peserta off road kedepan kita akan buat event yang lebih besar lagi dan akan menjadi agenda tahunan,” ujar Deni Ribowo. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com