Meski Zona Merah, Masih Banyak Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan di Tanggamus

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Antrian Masyarakat saat mengambil bantuan sosial tunai di kecamatan Pugung Tanggamus

Pugung (HS) – Ditengah gencarnya pemerintah Kabupaten Tanggamus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (Prokes), dan sejak ditetapkannya kabupaten ini menjadi zona merah dan hingga kini status tersebut belum berubah, akibat masih tingginya lonjakan kasus covid-19 yang terus mengalami penambahan kasus.

Untuk itu pemerintah kabupaten Tanggamus bahkan dengan tegas akan memberikan sejumlah sanksi bagi masyarakat sampai aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 03 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru penanganan dan pengendalian covid 19, mulai dari sanksi sosial, denda yang angkanya mencapai jutaan rupiah hingga kurungan penjara.

Namun, berbeda dengan fakta di lapangan, berdasarkan video yang dikirimkan kepada media ini, terlihat masyarakat berdesakan dan mengabaikan protokol kesehatan untuk antri mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) di kantor kecamatan Pugung. Apakah hal ini tak di antisipasi oleh pihak kecamatan seolah-olah abai dengan peristiwa ini, seperti tak menghiraukan surat edaran yang telah bupati Tanggamus keluarkan beberapa waktu yang lalu. Rabu,20/01/2021

Berkaitan dengan adanya kerumunan masa, saat pembagian Bantuan BST dikantor kecamatan Pugung kemaren. Hardasyah camat pugung melalui sambungan telpon menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan pembagian bantuan selama tiga hari dan terakhir selasa kemaren.

“Kita sudah beberapa hari memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST), itukan dari kantor pos sebenarnya itu harus dilakukan di talang padang. Cuman melihat kondisi dikantor pos talang padang tidak memungkinkan, lalu kita minta kebijakan biar masyarakat merasa nyaman. Maka kita berkordinasi dengan pihak kantor pos agar dilaksanakan di kantor camat pugung, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.” Ucapnya hardasyah melalui telpon selulernya

Lanjutnya, Kita sudah maksimal berusaha menerapkan protokol, dengan menyiapkan tempat cuci tangan 8 titik sabun segala macam. Cuman kita inikan berhadapan dengan masyarakat awam, sebenarnya hampir mayoritas masyarakat yang ada 99 persen yang hadir itu menggunakan masker, cuman mereka masih belum memahami tentang aturan secara bergilir (antrian) nya itu.

Sementara itu camat pugung Hardasyah ketika di hubungi via teleponnya, membenarkan dengan adanya peristiwa tersebut memang berlokasi di kantor kecamatannya, namun ia membantah jika abay dalam hal ini, antrian yang cukup panjang dan tidak bisa terkendalikan pada bagian luar saja, namun pihaknya lebih fokus memperketat dibagian dalam ruangan tempat pengambilan dana bantuan.

“Tapi untuk didalam ruangannya,tempat mereka mengambil dananya itu, mereka tidak menyalahi aturannya. Sudah pas, karana hanya dua puluh lima orang yang ada diruangan itu.” Jelasnya camat pugung

Masih dengan nya, Kita sudah tiga hari mengadakan itu dari hari sabtu senen selasa. Karna kemaren saya tidak ada di tempat. Ya karna kalau staf kan tidak berani menyampaikan dengan keras, untuk menghimbau agar warga menjaga jarak, dalam antrian dengan mengikuti perotokol kesehatan.

“Cuman kan kita menghadapi masyarakat yang awam, kita tujuan saya hanya satu membantu mereka. selain mendapatkan bantuan, disana juga bisa di jaga keamanannya, keamanan melalui kendaraan segala macam. Dan kantor camatkan karna posisinya didepan jalan dan ada halaman tempat parkir, tidak mengganggu lalulintas.” Terangnya

Menurut hardasyah camat pugung, terjadinya antrian yang panjang lebih dari puluhan warga yang mengantri. disebabkan atas keterlambatan dari aparat pekon yang hadir, untuk memperifikasi data warganya yang menerima bantuan.

“Itu pada saat mereka perifikasi pekon yang kebetulan aparat pekonnya telat, sehingga terjadinya kerumunan, itu sesaat kok tidak lama. Artinya mereka tetap menggunakan masker, meskipun sedikit terjadi desakan, kalau didalam ruanagan nya protokol tetap berjalan.” Tutup hardasyah camat pugung.(Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com