Langgar Protokol Kesehatan Herman HN Bubarkan Rapid Tes KPPS

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Melanggar Protokol Kesehatan, Walikota Bandar Lampung Herman HN, membubarkan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang hendak melakukan Rapid Test di Apotik Gemari, Tanjungkarang Pusat, Jum’at (4/12/2020).

Pembubaran itu dilakukan, ketika Herman HN melakukan sidak masker rutin kepasar-pasar dan jalan-jalan besar di Kota Bandar Lampung, yang dinilai berpotensi akan adanya penyebaran Covid-19.

Herman HN mengaku tidak mengetahui jika kerumunan tersebut merupakan KPPS KPU Bandar Lampung yang akan menjalani Rapid Test.

“Saya tidak tahu rupanya ditunjuk KPU. Makanya saya bilang enggak boleh (berkerumun), kita harus disiplin protokol kesehatan. Akhirnya kita serahkan ke Puskesmas, gratis,” kata dia.

Menurutnya, meski mereka anggota KPPS semestinya disiplin protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan tidak berkerumun harus dilaksanakan, karena penyelenggara harus sehat semua.

“Sekarang semua anggota KPPS itu dialihkan ke semua puskesmas. Gratis nggak bayar-bayar rapid test itu,” tegas orang nomor satu di kota Tapis Berseri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin Rusli, mengatakan hal itu merupakan kesalahpahaman masyarakat. Sebab, KPU menyiapkan dua tempat untuk melakukan rapid test.

“Di klinik Tanjungkarang dan Way Halim. Tapi mereka berkumpul di satu tempat saja,” kata Edwin.

Dengan terlihat ramai berkerumun, maka semuanya dialihkan ke puskesmas terdekat dari rumah masing-masing. “Kerumunan itu bisa membawa virus juga. Jadi sekarang kami minta mereka ke puskesmas manapun yang mereka mau dan itu gratis,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com