Ketika Suku Anak Dalam Membuat Mensos Menangis

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menangis tersedu saat anak-anak warga Suku Anak Dalam (SAD) Jambi menyambut kedatangannya ke kawasan mereka, Sabtu, 18 Februari 2017 dengan nyanyian lagu “Indonesia Raya” dan “Indonesia Pusaka”.

Di tengah kemiskinan dan keterbatasan akses, belasan anak-anak pedalaman Jambi tepatnya di Kabupaten Sarolangun tersebut, begitu fasih melantunkan lagu ciptaan WR Supratman dan Ismail Marzuki tersebut.

Setelah selesai, Khofifah lantas bertanya apakah ada yang hafal seluruh sila Pancasila. Pertanyaan tersebut disambut dengan acungan tangan seluruh anak-anak yang berjejer menyambutnya.

“Ayo sini baris yang rapih, kita sama-sama melafalkan Pancasila,” kata Mensos.

Khofifah setengah tidak percaya jika seluruh anak-anak umur 5 tahunan tersebut mampu melafalkan Pancasila dengan baik. Tidak ada satupun sila yang terlewat atau tidak berurut. Khofifah pun mengatakan jika Presiden Joko Widodo mendengarnya langsung, Ia pasti senang dan bangga.

Saat ditanya siapa yang mengajarkan, Khofifah kembali terkejut karena ternyata ada sejumlah relawan yang rajin datang ke hutan tempat Suku Anak Dalam untuk mengajar meski tanpa sarana prasarana yang memadai.

Sebagai hadiah, Khofifah memberikan setiap anak hadiah berupa uang dengan sejumlah pesan yang terus diulang kepada setiap anak.

“Belajar yang rajin ya nak, semangat terus. Semoga semua cita-cita tercapai,” kata Khofifah yang disambut amin oleh warga dan rombongan.

Khofifah mengatakan, anak-anak warga Suku Anak Dalam memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang baik dan menunjang mereka meraih cita-cita. Salah satu kendala yang menyebabkan mereka tidak memperoleh pendidikan adalah tradisi “melangun” atau berpindah-pindah.

Sebab itu, Kementerian Sosial aktif mendorong Suku Anak Dalam untuk tinggal menetap. Karena dengan demikian, mereka dapat mengakses berbagai layanan yang disediakan pemerintah seperti pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, penyediaan akses kesempatan kerja, ketahanan pangan, penyediaan akses lahan, advokasi sosial, lingkungan hidup dan pelayanan sosial. @tempo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com