BPKA Lampung Utara: Defisit Anggaran Juga Strategi

Bagikan
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
Kotabumi (HS) – Defisit anggaran Pemerintah Kabupaten Lampung Utara merupakan strategi peningkatan pendapatan yang harus digenjot seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Ini kawan-kawan media supaya diketahui bahwa defisit anggaran itu merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah oleh masing-masing perangkat daerah,” kata Budi Utomo, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset BPKA Lampung Utara, ketika menyampaikan laporannya selaku sekretaris Badan Anggaran Pemkab setempat, Rabu (9/8/2017).
Pernyataan itu, disampaikan Kepala BPKA Lampung Utara karena bukan lagi rahasia kalau Pemkab setempat saat ini mengalami defisit sekitar Rp277 miliar.
“Dalam kondisi kita defisit, tapi kenapa kita belanja modal, dan ini perlu kami jelaskan lebih mendalam bahwa belanja modal ini diperlukan karena kepentingan‎ masyarakat,” ujarnya.
Sebagai contahnya, lanjut Budi Utomo, seperti tenaga kesehatan yang ada di lapangan menghadapi konflik ditengah lapangan. Karena kalau dia hanya berjalan kaki mungkin dalam memberikan pelayanan bisa dilakukan 3-4 hari baru selesai, tapi dengan adanya kendaraan operasional itu diharapkan bisa dapat segera diselesaikan setiap persoalan yang ditanganinya.
“Dengan diberikannya kendaraan operasional ini yang tadinya pekerjaan bisa diselesaikan dalam satu jam bisa terselesaikan setengah jam,” kata Budi Utomo.
‎Untuk itu, lanjut dia, dengan diserahkannya bantuan operasional tersebut masing-masing petugas bisa melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaannya sesuai peruntukannya.
“Diberikannya baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat ini diharapkan kinerja kita bisa lebih ditingkatkan dalam melayani masyarakat. Karena ini tujuannya agar tidak ada lagi keluhan masyarakat bahwa bidan tidak bisa sampai ke lokasi memberikan pertolongan karena alasan tidak memiliki kendaraan,” pungkasnya.
Hal serupa juga diharapkannya, kepada seluruh tenaga pendamping PKH yang beralasan tidak bisa menyelesaikan suatu permasalahan karena sudah malam atau sebagainya. (Sarnubi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com