Wow, Berburu Semut Rangrang Hasilkan Jutaan Rupiah Perbulan

Bagikan Berita

Tulangbawang (HS) –  Semut Rangrang umum dianggap menjadi musuh petani, sering merusak tanaman, tidak jarang dibasmi dengan cara dibakar. Namun bagi Giran (31), warga Kampung Gedung Asri, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulangbawang, binatang ini malah mata pencaharian yang menghasilkan uang jutaan rupiah.

Meskipun tidak dibudidayakan, hanya mengandalkan perburuan,  semut liar banyak hidup di hutan, kebun sawit, kebun karet, sebagaimana diungkapkan kepada hariansumatera.com. Senin (3/12/2018).

Enam tahun lalu Giran seorang pengangguran, sawah ladang tak punya, Ia mencoba berburu telur semut Rangrang, modal bambu panjang dan kantong tempat menadah telur. Belusukan kebun, bukan masalah sepele, tantangannya dikeroyok semut, sering bertemu ular, disengat tawon.

Meskipun resikonya berat giran tetap menekuni perkerjaan itu. hasilnya lumayan bisa menghidupi anak istri. ketika itu harga telur semut rangrang masih Rp 50 ribu/kg.

Belasan warga lainnya ikut Giran berburu telur semut. Giran sekarang naik pangkat menjadi penggepul telur semut, menerima setoran dari teman2 nya. sekarang harga telur semut Rp70 rb/kg ditingkat pemburu.

Telur yg dikumpulkan Giran dijual ketengkulak besar disimpang penawar Rp95rb/kg.

Setiap harinya Giran bisa menjual telur semut sebanyak 10 kg.keuntungan kotornya Rp250rb, sebulan bisa mendapatkan uang Rp5jt.

Menurut Giran supaya kawan semut tidak kabur dari sarangnya, kita cukup melobanggi sarang dari bagian bawah.

Setelah telur diunduh, biasanya 20 hari sarang semut kembali berisi telur. setiap sarang bisa berisi telur seberat 3 ons, telur yg bagus lembut dan kering.

Giran mengajak para pak ogah di jakarta sebaiknya pulang kampung saja, dikampung banyak semut rangrang telurnya bisa dijual kekota.

Dari hasil jual telur rangrang, Giran sudah bisa membeli motor baru. Giran juga punya cita-cita ingin menyekolahkan anak lelakinya sampai perguruan tinggi.”saya juga ingin membuat rumah dari hasil jualan telur semut,” kata Giran mengahiri ceritanya (Gun)

https://www.hariansumatera.com