Bandar Lampung (HS) – Forum Aliansi Pemuda Dan Mahasiswa Lampung akan turun kejalan lakukan aksi demonstrasi di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL). Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang terdiri dari berbagai macam BEM lintas fakultas akan melakukan kritik sekaligus demonstrasi dan penyampaian laporan resmi kepada penegak hukum, hal ini disampaikan Forum Pemuda dan Mahasiswa Lampung lewat rilis yang dikirimnya via whatsapp kepada hariansumtera.com, Senin (9/12/2024).
Berbagai macam persoalan dan dinamika yang ada di UIN Raden Intan Lampung yang telah disuarakan oleh mahasiswa namun tidak kunjung ditanggapi oleh pihak kampus. oleh karenanya mahasiswa akan lakukan aksi demo, karena sudah merasa geram dengan sikap-sikap pejabat yang kurang peka terhadap aspirasi mahasiswa.
Demontrasi ini akan di lakukan mulai titik awal dari UIN Raden Intan Lampung pukul 09.00 hari Rabu Tanggal 11 Desember 2024 kemudian akan dilanjut ke KAJATI LAMPUNG sekaligus akan menyampaikan laporan resmi terkait indikasi korupsi baik bersifat pungli, Komersialisasi mahasiswa, Gratifikasi, dan meminta KEJATI LAMPUNG untuk membuka anggaran mulai dari tahun 2022-2024.
Anggaran yang diminta transparansi oleh mahasiswa baik RM, BLU dan CSR yang diduga banyak kebocoran, Hal ini terindikasi mulai dari awal UIN Raden Intan Lampung Tahun 2022 dipimpin oleh Rektor Prof. H. Wan Jamaludin Z, M.Ag, kampus terlihat kumuh serta banyaknya aksi demontrasi mahasiswa.
Salah satu diantaranya kasus yang pernah didemo oleh mahasiswa pada tahun 2023, terkait pungli yang dilakukan oleh pihak birokrasi. Seperti ujian seminar proposal, penurunan uang kuliah Tunggal (UKT).
Komersalisasi kegiatan mahasiswa oleh oknum pejabat UIN RIL berkedok Fild Trip, dilakukan oleh salah satu oknum pejabat Rektorat UIN RIL yang mengunjungi kantor Perusahaan Studi Tour dengan membawa beberapa simpul mahasiswa, Dan dokumentasi oknum pegawai UIN RIL juga diduga telah menerima uang gratifikasi dari pihak travel Tampia Grup, bahkan hinga di dokumentasi berupa pengiriman uang atau TF yang bertuliskan Untuk Wakil Rektor Dua. Bahkan catatan dan kontrak Fild Trif melibatkan Rektor, Dekan hingga Kajur semua diduga medapat Fee dari hasil komersialisasi mahasiwa tersebut.
Kasus tersebut, pernah dilaporkan ke Kementrian Agama RI saat Gus Yaqut memimpin dan sempat diakukan pemeriksaan oleh pihak Kementrian namun oknum pejabat UIN RIL sama sekali tidak diberi sanksi oleh pihak Kementrian.
Munculnya gejolak kali ini bukan tanpa sebab, mahasiswa akan melakukan aksi unjuk rasa hingga akan melaporkan berbagai persoalan kampus UIN RIL. Dikarnakan pejabat UIN RIL hanya berorientasi pada proyek hingga mengabaikan kepentingan penunjang proses belajar mengajar PBM.
Persoalan yang akan dilaporkan dan disuarakan dimuka umum oleh mahasiswa, diantaranya:
- Pintu Parkir otomatis atau Parking Gate yang dijanjikan oleh pihak kampus untuk peningkatan keamanan serta tidak adalagi kehilangan peralatan maupun kendaraan, seperti yang dikutip dari HUMAS UIN RIL pada tanggal 6 bulan November 2023 melalui pernyataan Wakil Rektor Dua. Namun kenyataanya berbanding terbalik bahkan semakin banyak kehilangan dan parkir tersebut tidak otomatis. Pengelolaan Parking Gate ini sejak awal dikerjasamakan dengan pihak ketiga, namun tidak melalui proses Lelang sebagaimana yang diamanahkan pada undang-undang pengadaan barang dan jasa, bahkan kerap terjadi pembayaran secara tunai baik mahasiswa maupun non mahasiswa sementara untuk dosen, karyawan, security dilakukan dengan pemotongan gaji setiap bulannya, untuk pembayaran Parking Gate. Hal ini tidak dilakukan oleh kampus-kampus lain bahkan ada beberapa dosen, karyawan mengeluhkan pemotongan tersebut, mereka bekerja sudah puluhan tahun belum pernah seperti ini, salah seorang dosen bercerita mestinya penjabat UIN RIL berkaca di kampus UNILA yang pernah melakukan kebijakan yang tidak populis seperti ini juga gagal dan tidak menarik atau memotong gaji dosen dan karyawan.
- Proyek Sport Center yang disinyalir dikerjasamakan dengan pihak ketiga tanpa melewati proses Lelang, hal ini jga bertentangan dengan Undang- undang pengadaan barang dan jasa. Juga terdapat keluhan dari mahasiswa UIN RIL terkait peminjaman sport center kerap dipersulit dan harus bayar dengan tarif yang tidak sewajarnya. Pejabat UIN RIL dinilai terlalu komersil dan cendrung berorientasi bisnis bukan hanya kepada orang luar bahkan terhadap mahasiswa UIN RIL itu sendiri.
- Masalah CSR dari Perusahaan- perusahaan yang diberikan kepada UIN RIL tidak transparan penggunaannya disetiap tahun mulai dari 2022 hingga saat ini.
- Penerimaan honor terselubung, inipun terindikasi tak luput dari kepentingan-kepentingan pejabat termasuk penerimaan Security, office boy dan lainnya, banyak yang direkrut orang-orang dekat REKTOR dan Wakil Rektor Dua, hal ini menurut undang-undang semestinya bekerjasama dengan pihak ketiga atau disebut outsourcing namun UIN RIL tidak melakukan sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang.
- Terindikasi banyak proyek siluman tahun 2024 dibuktikan dengan tidak adanya plang papan proyek satupun pada kegiatan yang sedang dan telah dilakukan, hal ini diduga untuk memuluskan penggerusan anggaran kampus melalui Mark Up anggaran pada kegiatan tersebut.
- Akreditasi bertaraf nasional terkesan hanya program menghabiskan anggaran negara, diduga akreditasi tersebut hanya formalitas dan jauh dari memenuhi standar akreditasi, bahkan menjadi sebuah pertanyaan disaat tim asesor akreditasi datang kekampus UIN RIL, pihak kampus sengaja tidak mempublikasikan.
- Terindikasi kurang bermutu spesifikasi Pembangunan proyek Gedung Auditorium yang dibangun pada tahun 2023, saat ini gedung tersebut sudah banyak mengalami keretakan bahkan banyaknya celah-celah bangunan yang pecah dan renggang.
- Proyek pengadaan paving blok tahun 2023, diduga tidak memenuhi standar kekuatan paving, hal ini dibuktikan proyek tersebut sudah banyak mengalami kerusakan seperti pemasangan paving blok di Asrama Prasanti, menurut informasi disaat akan dilaksanakan PHO paving tersebut coba dilempar oleh salah satu panitia dan paving tersebut patah sehingga panitia enggan mem PHO nya. Kemudian salah satu pejabat memerintahkan rekanan membongkar Kembali dan mengganti ulang proyek paving blok tersebut dengan yang baru, namun menurut informasi paving yang lama dipindahkan ketitik yang lain dan kemudian dibuatkan kontrak kerja baru, artinya banyaknya indikasi KKN disektor proyek UIN RIL.
- Informasi lain dari berbagai pihak, di UIN RIL terindikasi banyak Barang Milik Negara yang hilang dan diduga pelakunya bukan orang luar.
- Banyak lagi kegiatan tahun-tahun sebelumnya yang diduga hanya berorientasi menghabiskan anggaran kampus, seperti RAKOR diluar daerah yang dilakukan di Bandung. Bahwa program rakor tersebut menggunakan anggaran negara diduga hanya demi mendapat Fee, mulai dari travel, penginapan atau Hotel maupun rumah makan.
Analisa berbagai persoalan diatas meguatkan dugaan banyaknya kebocoran anggaran kampus UIN RIL baik bersumber dari dipa RM, dan BLU 2022-2024, maupun pungli atau gratifikasi lainya.
Mahasiswa menemukan BANNER didepan kampus UIN RIL, Depan KAJATI LAMPUNG dan POLDA LAMPUNG yang bertuliskan ‘ ALHAMDULILLAH ‘ tiga tahun menjabat di UIN Raden Intan Lampung 2022-2024. WAREK.II bisa buat rumah baru plus mewah.
Dugaan diatas menarik kalangan mahasiswa untuk menyuarakan ketidakadilan dan kejanggalan yang dilakukan oleh oknum pejabat-pejabat kampus yang terkesan memperkaya diri sendiri, dan mahasiswa akan melakukan aksi unjuk rasa, serta meminta kepada Presiden RI melalui Menteri Agama RI untuk segera menonaktifkan oknum pejabat- pejabat UIN RIL, yang terkesan bermewah-mewah dan tidak patuh pada undang-undang.
Selain itu, Presiden RI untuk merekomendasikan kepada pihak penegak hukum segera membongkar kasus-kasus yang disuarakan oleh mahasiswa yang menguntungkan atau memperkaya oknum pejabat semata. (Edt/Rls)



