Pesawaran (HS) – Kondisi jembatan di Desa Pekondoh, Way Lima, Kabupaten Pesawaran yang memprihatinkan, tampaknya berawal dari lemahnya pengawasan.
Seperti diceritakan Ahmad Ansori. Pria ini mengaku sebagai pemasok material dan pekerja proyek. Proyek itu menggunakan anggaran pemerintah tahun 2017. Pertama turun anggaran Rp500 juta, kemudian Rp1 miliar.
Namun pria ini kebingungan saat proyek berjalan. Menurut dia, pemborong pekerjaan berganti 2 kali.
Ini dibenarkan Matsupi, kepala dusun Padang Rincang. Dia saat itu juga menjadi pekerja di proyek tersebut.
Matsupi menuturkan tender proyek tersebut awalnya diperoleh pemborong bernama Ubaydilah. Meski begitu, pekerjaan dialihkan ke pemborong berasal dari Gedongtataan.
Tahap pertama pengerjaan, kata dia, coran cakar ayam, sampai ke pondasi kiri dan kanan. “Setelah itu rehat,” katanya.
Penuturan lain disampaikan Marsim, warga Pekondoh dari dusun Way Mati.
Dia bekerja saat proyek dikerjakan pemborong ketiga bernama Muji, pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pesawaran.
Hingga kini pekerjaan itu belum diserahterimakan. (Eka)



