
Rawapitu (HS),- Sekitar 250 hektar tanaman singkong di Kampung Andalas Cermin, Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang, pasca banjir mati membusuk, petani rugi ratusan juta rupiah, Jumat (05/04/2019).
Menurut Misrun gapoktan, minta pemkab Tulangbawang dapat membantu meringankan petani singkong di Kampung Andalas Cermin, yang mana tanaman singkongnya busuk teredam bajir, akibat becana itu tanama singkong usia 6 bulan seluas 250 hektar mati membusuk.
Petani berharap Pemkab Tuba dapat membantu meringankan kerugian petai akibat tanama singkongnya terkena becana alam. tanaman singkong seluas itu dimiliki 150 warga andalas cermin. sampai sekarang tanaman singkong itu tidak bisa dipanen akibat batang dan umbinya membusuk, kerugian setiap hektarnya Rp20 juta .
Normal Kadis BPBD Tuba, ketika dikonfirmasi menyarakan petani membuat surat meminta ganti rugi diketahui oleh kepala kampung dan camat.
Menurut Normal kerugian tanam tumbuh akibat bencana alam itu, suratnya dilayangkan kepada Dinas Pertanian dan tembusannya kepada Bupati.
Sementara Sumarno Kadis Pertanian, kepada hariansumatera.com mengatakan lahan di Andalas Cermin itu, keberuntukannya bukan untuk tanam singkong, didaerah itu sejak awal buat lahan sawah.
Gagal panen singkong Pemkab tidak bisa membantu, “ya sudahlah kata Sumarno lahan itu sebaiknya dikembalikan kepada pungsinya “tanam padi sawah”, nanti pemkab membantu benih padinya,” kata Sumarno.
Menurutnya petani di Kampung Andalas Cermin itu sudah menyalahi polatanam, lahan semestinya ditanami padi, bukan malah ditanami singkong, jelas itu sudah menyalahi..
“jadi gini lah, silahkan saja singkong dibongkar, kalau payu dijual, kita tidak bisa menyalahkan alam, silahkan usulkan saja, dari dinas pertanian bisa bantu bibit padi saja,” katanya Sumarno.
“kalau menanam padi bisa diansuransikan, bayar preminya Rp36 ribu/hektar, kalau ada kegagalan panen padi, petani akan mendapatkan ganti rugi dari ansuransi Rp6 juta/hektarnya,” kata kadis pertaian itu (gun).



