Tabligh Akbar Pemkab Lampung Utara

Bagikan Berita

Kotabumi (HS) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar Tabligh Akbar dengan menghadirkan Penceramah kondang yakni, Ustadz. Ahmad Al-Habsy, Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Halaman Pemkab setempat, dihadiri oleh Bupati Lampura Hi. Agung Ilmu Mangkunegara, Plh. Sekda Lampura, H. Sopyan, Ketua MUI, Pimpinan Ormas Islam Se-Kabupaten Lampung Utara,
Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, serta masyarakat dari berbagai Kecamatan, Selasa (9/1/19).

Bupati lampung Utara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan dalam rangka mengisi Qolbu guna meningkatkan iman dan taqwa, khususnya kaum muslimin dan muslimat. Selain itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada Ustadz. Ahmad Al-Habsy, yang bersedia hadir memberi tausiah pada Tabligh Akbar yang diadakan Pemerintahan Kabupaten Lampung Utara.

Menurut Agung, dengan kehadiran Ustadz Ahmad Al-Habsyi di tengah-tengah masyarakat Lampung Utara ini, dapat menambah semangat kami semua, dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar seperti ini dapat menjadi salah satu sarana dalam membangun mental spiritual bagi masyarakat dan kita semua, pembangunan mental spiritual ini penting Sebab apabila moral masyarakatnya menjadi baik, Insyaallah pembangunan dibidang lainnya juga akan terlaksana dengan baik pula.

“Diselenggarakan Tabligh Akbar, berbagai program pembangunan keagamaan juga terus kita laksanakan, seperti; Program Umroh, Program Perjalanan Rohani, Pemberian insentif untuk Guru Ngaji, Pemberian bantuan kepada Majelis Taklim, Pemberian bantuan hibah untuk pembangunan sarana ibadah, pemberian bantuan untuk kegiatan perayaan hari besar agama, dan lain sebagainya,”Ujar Bupati Agung.

Dalam upaya membangun peradaban yang agamis dan bermartabat, maka sebagai umat muslim tentu kita harus mangambil contoh dan teladan dari Nabi junjungan kita, yaitu Nabi Besar Muhammad Muhammad SAW. Beliau telah mengeluarkan umat manusia dari masyarakat jahiliyah yang miskin mental, menjadi masyarakat yang luhur, berakhlak, memiliki sopan santun dan tata-krama dalam pergaulan dan peradaban yang tidak suka menghujat, mencaci-maki, apalagi memfitnah, menyebarkan berita bohong, atau menyebarkan informasi yang kita sendiri belum tahu kebenarannya.
Seperti halnya di Kabupaten Lampung Utara, masyarakat Madinah adalah masyarakat yang majemuk, yang terdiri atas berbagai komponen etnik dan agama, Piagam Madinah, yang dijadikan sebagai konstitusi tertulis dalam menata kehidupan masyarakat Madinah, dapat menyatukan seluruh komunitas dengan tetap menghargai keragaman dan kebebasan.
“Seluruh warga Madinah, tidak terkecuali juga bagi warga non muslim, meliliki kewajiban yang sama dalam mempertahankan wilayah dari setiap ancaman dan serangan dari manapun datangnya. Dengan mentaati aturan-aturan hukum, dengan kunci pembangunan adalah persatuan, kesatuan serta doa,”pungkasnya.(Efri).

https://www.hariansumatera.com