Masih Saja Ada yang ‘Bermain’ dengan Dana BOS

Bagikan Berita

Mesuji (HS) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Mesuji ini sepertinya digunakan untuk kepentingan pribadi. Sekolah harus setor Rp5 Juta setiap kali pencairan.

Hal itu terjadi SMK Darma Utama Mesuji. Angja setoran ini diakui kepala sekolah SMK, Paruntungan Simanungkalit. Untuk apa?

“Terkait setoran Rp5 Juta,memang benar, sebelum saya menjadi kepala sekolah disini hal itu menjadi rutinitas. Bendahara sekolah, Riyani yang langsung menyetorkan uang itu ke Pak Subandi,” tegas Paruntungan.

Pernyataan Paruntungan itu,dibenarkan oleh Riyani.

“Memang benar pak, setiap kali pencairan dana BOS pak Subandi selalu minta Rp5 juta,nggak tahu uang itu untuk apa,” jelas Riyani.

“Saya juga heran. Saya bendahara, tapi tidak pernah dilibatkan soal keuangan sekolah oleh kepala sekolah yang lama (Khusnul). Saya cuma diserahkan uang untuk bayar honor guru saja,” katanya.

“Jabatan saya selaku bendahara cuma formalitas saja, Karena setiap ada pencairan dana, saya nggak pernah tanda tangan. Termasuk pencairan dana PIP, bahkan yang diajak ke bank untuk tanda tangan berkas adalah Ujang Tatang kepala sekolah SMK AL-FALAH. Saya tidak pernah tahu, berapa uang yang masuk, Tapi ketika membuat laporan sekolah, saya yang suruh Bu Khusnul. Makanya, saya kadang bingung harus buat laporan seperti apa,” keluh Riyani.

Diketahui, Subandi adalah kepala sekolah SMK Patriot Bangsa juga terlibat sebagai pengurus Yayasan di SMK Darma Utama.

Syahril Jambak, LSM BPPK RI salah satu lembaga pemerhati pendidikan, menduga ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi. Tapi pintarnya oknum itu mengatasnamakan sekolah.

“Mestinya, Subandi selaku pengurus Yayasan tidak boleh ikut campur dalam urusan keuangan sekolah.Kan disana sudah ada kepala sekolah dan bendahara.Apa yang dilakukan Subandi tentu sudah melanggar,dan itu termasuk korupsi.Karena uang yang disetor Rp5 Juta setiap kali pencairan tidak jelas penggunaannya dan tidak ada LPJ,” katanya. (san)

https://www.hariansumatera.com