44 Napi Dibebaskan Bersyarat dari Rutan Kotabumi Hari Ini

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTABUMI (HS) – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) mulai hari ini, Rabu (2/4/2020) melakukan proses pengeluaran Narapidana–asimilasi–untuk dirumahkan secara bersyarat. Itu dilakukan Berdasarkan Surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan Hak integritas bagi Narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 dan Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan Nomor: Pas-497.PK.01.04.04. Tahun 2020.

Di Rutan tersebut baru 44 orang dari 162 orang Narapidana yang dikeluarkan untuk menjalani asimilasi di rumah masing-masing. Sedangkan sisanya masih dalam tahap proses.

Kepala Rutan Kelas II B Kotabumi Denial Arif, didampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Ade Chandra di Aula Rutan Kotabumi, menyebut Narapidana yang dikeluarkan untuk menjalani asimilasi tersebut dilakukan secara bertahap mulai hari ini hingga Selasa (7/4) mendatang.

“Hari ini kami akan merumahkan 44 orang yang sudah menyelesaikan asimilasi. Mereka yang akan keluar tentunnya telah memenuhi syarat,” kata Denial Arif kepada sejumlah wartawan Rabu (2/4) siang tadi.

Salah satu syaratnya, lanjut Daniel, adalah Napi yang memiliki hukuman penjara di bawah 5 tahun dan telah menjalani 2/3 dari masa hukumannya sebelum tanggal 31 Desember 2020. Para Napi pun diantaranya harus berkelakuan baik dan memiliki catatan baik selama menjalani proses hukuman. Kemudian untuk batas waktu pembebasan yang telah ditentukan oleh Kemenkum HAM adalah maksimal sampai tanggal 7 April 2020.

Daniel Arif juga menegaskan, seluruh Napi yang mendapatkan asimilasi bukan berarti mereka bebas berkeliaran, tapi mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. ” Dan mereka tetap melakukan wajib lapor setiap satu bulan sekali. Mereka juga tetap dilakukan pengawasan oleh tim dari Balai Pemasyarakatan,” cetus Karutan.
Daniel berharap, bagi para Napi yang medapat kebijakan menjalani proses asimilasi ini untuk dapat tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan Kemenkumham. ” Dengan begitu, ketika sudah menjalani asimilasi dengan baik maka untuk selanjutnya dalam proses pembebasan bersyarat bagi napi tersebut dapat berjalan dengan baik,” Harap pria yang dikenal supel dan rendah hati ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com