Demi Gedung Sekolah, Desa Taman Jaya Siap Hibahkan Lahan

Bagikan Berita

KOTABUMI (HS) – Sejumlah tokoh masyarakat dan Kepala Desa Taman Jaya, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, siap menyiapkan dan menghibahkan lahan tanah untuk pembangunan gedung baru, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, kepada Pemerintah Propinsi Lampung, agar dapat merealisasikan untuk pembangunan sarana pendidikan.

Warga masyarakat kecamatan Kotabumi Selatan serta dua kecamatan lainnya yakni kec. Abung Selatan dan Abung Kunang, sangat berharap penuh kepada pemerintah provinsi, selama ini warga masyarakat tiga kecamatan mengeluhkan jarak tempuh kesekolah yang ada di Kotabumi.

“Warga kita mengharapkan sekali gedung sekolah baru, warga siap menghibahkan lahan agar anak-anak tidak putus sekolah dengan alasan jarak tempuh, semoga Pemerintah propinsi dapat segera meresponsnya dengan baik dan dapat segera melakukan pembangunan untuk sekolah SMA Negeri di desa tiga kecamatan ini,” Harap Kepala Desa Taman Jaya, Burhan St. Minggu (15/09/19).

Menurutnya, keberadaan SMA Negeri sangat diharapkan dan didambakan masyarakat. Pasalnya selama ini masyarakat setempat hanya mengandalkan SMA Negeri yang ada di Kotabumi dengan jarak tempuhnya 20-30 km, sebagai tempat anak-anak mereka mengenyam pendidikan.

“Dikatakan jarak tempuh yang jauh ya sangat jauh, apa lagi dengan melewati ladang yang sepi rawan akan kejahatan begal, sehingga anak-anak kita ada yang kos dan ada yang enggan sekolah,” Tukasnya.

Hal yang sama dikatakan Hendri, warga masyarakat setempat, Anak Usia sekolah yang sudah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama ini sangat terbebani kalau untuk meneruskan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya untuk meneruskan sekolah mereka harus ke Kotabumi yang jarak tempuhnya sangat jauh.

” Kalau mau lanjut ke SMA yang ada di Kotabumi, dari desa kami naik motor melewati ladang yang kita tau sepi dan rawan kejahatan, Ini sangat berat dan buat kami sangat khawatir,” katanya

Akibat jarak tempuh yang sangat jauh dan rawan akan tindak kejahatan, banyak anak yang tidak meneruskan sekolah ke tingkat menengah atas.

“Banyak anak sekolah yang tidak meneruskan setelah tamat SMP, karena alasan jarak tempuh, ini sangat di sayangkan, kami sebagai warga masyarakat dan orang tua dari anak-anak sangat berharap kepada pemerintah provinsi untuk dapat mempertimbangkan keinginan kami”Pintanya.(Efri).

https://www.hariansumatera.com